Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Susuk Kalen di Kepuhdoko Jombang, Tradisi Desa Bersihkan Irigasi Demi Kelancaran Pertanian

Dwi Aris Supriyanto • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:00 WIB
JAGA TRADISI: Kepala Desa Kepuhdoko Inasaroh terjun bersama perangkat desa, Babinsa, dan poktan setempat saat membersihkan saluran air, Minggu (17/5). (Dwi Aris/Radar Jombang)
JAGA TRADISI: Kepala Desa Kepuhdoko Inasaroh terjun bersama perangkat desa, Babinsa, dan poktan setempat saat membersihkan saluran air, Minggu (17/5). (Dwi Aris/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang terus menjaga tradisi susuk kalen yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur.

Tradisi membersihkan saluran irigasi tersebut rutin dilakukan setiap memasuki musim tanam sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pertanian warga.

Kepala Desa Kepuhdoko Inasaroh  mengatakan, dalam kegiatan yang digelar Minggu (17/5), para petani bersama perangkat desa, Babinsa, kelompok tani, dan warga setempat turun langsung membersihkan saluran air di area persawahan.

Mereka juga melakukan gropyokan hama tikus.

Baca Juga: Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Jombang Perkuat Manasik dan Doa Bersama di Makkah

”Kerja bakti digelar agar aliran air tetap lancar sekaligus wujud rasa syukur atas air yang melimpah,” bebernya.

Menurutnya, susuk kalen menjadi bagian dari pelestarian kearifan lokal yang masih dijaga hingga sekarang. Menurut dia, keberadaan saluran irigasi yang bersih sangat penting bagi kebutuhan warga, terutama untuk mengairi lahan pertanian.

”Selain menjaga kelancaran distribusi air, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat,” bebernya.

Dalam pelaksanaannya, warga membersihkan tanaman liar, endapan lumpur, hingga sampah yang menyumbat saluran irigasi. Tradisi susuk kalen rutin digelar setiap tahun untuk memastikan saluran air tetap berfungsi optimal.

Selain mencegah penyumbatan, kegiatan itu juga dinilai mampu menjaga ekosistem lingkungan sekitar sumber air. 

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, kerja bakti tersebut juga mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga desa.

”Berfungsinya saluran air secara optimal, mampu menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan serta membantu para petani dalam bercocok tanam,” tandas Inasaroh.

Tradisi susuk kalen juga menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial masyarakat desa.

Nilai gotong royong, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan yang terkandung di dalamnya dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga karakter dan jati diri masyarakat. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#susuk kalen #Pertanian #Kepuhdoko #Desa Kita #Jombang