Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemprov Jatim Kucurkan Rp 7,8 Miliar untuk Desa di Jombang, Berikut Rinciannya

Anggi Fridianto • Selasa, 28 April 2026 | 04:25 WIB

 

PEDULI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis beragam bantuan saat berkunjung ke Jombang (11/3) lalu. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
PEDULI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis beragam bantuan saat berkunjung ke Jombang (11/3) lalu. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemprov Jawa Timur mengalokasikan anggaran Rp 7,8 miliar untuk mendukung pembangunan desa di Kabupaten Jombang.

Dana tersebut digelontorkan melalui sejumlah program, mulai Desa Berdaya, Jatim Puspa, BUMDes, hingga bantuan keuangan (BK) desa.

Diharapkan desa semakin maju dan menjadi motor penggerak ekonomi.

Bantuan itu telah diserahkan secara simbolis saat kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Jombang (11/3) lalu.

Baca Juga: SDN Jombatan 3 Jombang Unjuk Gigi di LKBB Jatim 2026, Bawa Pulang 13 Penghargaan

Rinciannya, program Desa Berdaya mendapat alokasi Rp 100 juta untuk dua desa, Jatim Puspa Rp 201 juta untuk satu desa, serta BUMDes Rp 200 juta untuk dua desa.

Seluruh program tersebut direalisasikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, sebanyak 32 desa di Jombang menerima bantuan keuangan desa dengan total mencapai Rp 7,2 miliar.

Bantuan ini difokuskan untuk pengembangan sarana dan prasarana desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Sudiro Setiono melalui Sekretaris DPMD Rika Paur Fibriamayusi menyampaikan, saat ini seluruh program masih dalam tahap awal pelaksanaan.

”Masih proses tahapan dari DPMD provinsi. Untuk Desa Berdaya, Jatim Puspa, dan BUMDes masih orientasi program,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bantuan tersebut diarahkan untuk mendorong terwujudnya desa berdaya.

Desa diharapkan memiliki ekonomi yang tumbuh, masyarakat yang sehat dan terampil, tata kelola yang transparan, serta lingkungan yang tetap terjaga.

”Dengan bantuan sarana dan prasarana ini, harapannya desa bisa lebih mandiri. Namun tertib administrasi tetap wajib menjadi pedoman,” tegasnya.

Baca Juga: 792 Peserta Ikuti MTQ Jombang 2026, Berikut Lokasi dan Cabang Lombanya

Dijelaskan, program Desa Berdaya 2026 dirancang sebagai stimulus penguatan branding potensi ekonomi desa menuju desa tematik.

”Setiap desa didorong memiliki ikon ekonomi kreatif yang inovatif dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),’’ papar dia. 

Sementara itu, program Jatim Puspa difokuskan pada pemberdayaan perempuan. Bantuan diberikan dalam bentuk barang atau peralatan usaha senilai Rp 3 juta per keluarga penerima manfaat (KPM).

Sementara itu, Desa Grogol, Kecamatan Diwek menjadi salah satu desa di Jombang yang menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) Plus 2026.

Program tersebut merupakan prioritas Pemprov Jawa Timur yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga di tingkat desa, khususnya bagi warga perempuan.

Implementasi nyata dari program Jatim Puspa Plus 2026 merupakan stimulus berjejaring yang telah dirancang untuk menjangkau 2.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 50 desa yang tersebar di 22 Kabupaten se-Jawa Timur.

”Untuk masyarakat desa kami ada 60 warga yang nantinya akan terdaftar sebagai KPM program tersebut,” ujar Kepala Desa Grogol Khabibah.

Alih-alih memberikan bantuan konsumtif berupa uang tunai, program ini nantinya akan berupa stimulan modal usaha berupa barang produktif senilai Rp 3.000.000.

”Sasarannya perempuan dari keluarga graduasi PKH, khususnya desil 1 dan desil 2. Tujuannya mendorong kemandirian ekonomi sekaligus percepatan penanggulangan kemiskinan,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#bantuan keuangan #Desa #pemprov jatim #BKK #Jombang