Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

FRMJ Desak Evaluasi Program Motor Operasional Desa di Jombang, Dinilai Bertentangan dengan Efisiensi Anggaran

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 27 April 2026 | 07:02 WIB

 

Ketua FRMJ Joko Fattah Rochim. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
Ketua FRMJ Joko Fattah Rochim. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Pengadaan sepeda motor jenis PCX untuk kepala desa di Kabupaten Jombang kembali menuai sorotan.

Pengadaan motor dinilai tidak memberikan menfaat secara langusng kepala masyarakat serta bertolakbelakang dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong dilakukan efisiensi anggaran.

”Ini sangat tidak bermanfaat. Di saat pemerintah pusat menggalakkan efisiensi, justru di daerah ada pengadaan seperti ini,” ujar Ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), Joko Fattah Rochim, Minggu (26/4).

Fattah mengungkapkan, kondisi desa saat ini justru masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.

Baca Juga: Motor Baru Operasional Desa Seragam Honda PCX Putih, Anggaran Tembus Segini

Mulai dari pembangunan infrastruktur, posyandu, bansos,  terlebih tahun ini sebagian besar dana desa dialihkan untuk mendukung program Kopdes Merah Putih.

”Pembangunan insfrastruktur dan posyandu  lebih penting, malah menganggarkan sepeda motor untuk operasional kades. Saya baca di media, honor perangkat desa belum cair,” bebernya.

Menurutnya, meski statusnya motor operasional desa, kendaraan tersebut lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh kepala desa, sehingga tidak berdampak langsung pada pelayanan di masyarakat.

”Motor itu hanya untuk operasional kepala desa. Tidak ada dampaknya bagi masyarakat, jadi tidak efektif,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi beban tambahan bagi pemerintah desa.

”Perawatannya juga jadi beban desa. Ini justru menambah beban dan tidak ada pengaruhnya bagi kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

FRMJ mendesak agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.

Ia berharap anggaran yang ada bisa dialihkan ke program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

”Harus segera dievaluasi dan dialihkan ke program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo mulai merealisasikan pengadaan motor operasional lewat program Desa Mantra.

Baca Juga: Disporapar Jombang Sukses Gelar Festival 16.30, Gabungkan Wisata, Seni dan UMKM

Pilihan jatuh pada Honda PCX 160 tipe ABS warna putih, seharga Rp 38,175 juta per unit.

Koordinator Kepala Desa Bandarkedungmulyo, Zaenal Arifin, menyebut proses pengadaan sudah berjalan sejak pekan lalu.

”Minggu kemarin sudah kita eksekusi, semua persyaratan sudah kita lengkapi dan unit juga sudah mulai datang,” ujarnya (24/4).

Dari total 11 desa, empat desa sudah menerima unit: Pucangsimo, Gondangmanis, Banjarsari, dan Karangdagangan.

“Sementara tujuh desa lainnya masih dalam proses inden dan diperkirakan menyusul dalam waktu dekat,” lanjutnya.

Zaenal menegaskan, spesifikasi motor mengacu pada kesepakatan PKDI Jombang dengan kapasitas mesin 160–200 cc.

”Hingga akhirnya kita memilih Honda PCX tipe ABS berwarna putih,” katanya.

Soal harga, ia menyebut hasil survei ke tiga diler menghasilkan angka terendah Rp 38,175 juta.

“Kita ambil yang paling rendah setelah survei tiga diler, untuk sisanya kami kembalikan di Silpa tahun ini,” pungkasnya.(yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#FRMJ #motor baru #Desa #motor operasional #Jombang