JombangBanget.id - Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang belum merata.
Hingga April, baru tiga desa yang tuntas membangun, sementara delapan desa lainnya masih tersendat akibat persoalan lahan.
Camat Bandarkedungmulyo Hariyanto menyebut, tiga desa yang sudah rampung, yakni Gondangmanis, Kayen, dan Mojokambang.
”Baru tiga desa. Belum ada perkembangan tambahan. Kami terus komunikasi dengan kepala desa, mudah-mudahan segera ada tambahan,” ujarnya, Jumat (24/4).
Adapun delapan desa yang belum bisa memulai pembangunan adalah Karangdagangan, Tinggar, Brangkal, Banjarsari, Pucangsimo, Brodot, Bandarkedungmulyo, dan Barongsawahan. Mayoritas terkendala kondisi lahan yang belum siap bangun.
”Lahannya masih berupa sawah, jadi harus diuruk dulu. Sementara anggaran pengurukan belum tersedia di desa,” imbuh Hariyanto.
Selain itu, beberapa desa menghadapi keterbatasan luas lahan. Seperti di Desa Tinggar, Brangkal, dan Banjarsari, lokasi di sekitar balai desa dinilai belum mencukupi.
Desa Pucangsimo masih menunggu proses pengembalian lahan di SDN 2 Pucangsimo. Sedangkan Desa Barongsawahan mengusulkan pemanfaatan aset milik Pemkab Jombang, namun belum ada kepastian.
”Untuk Brodot rencananya akan dimusyawarahkan lagi melalui musdes,” tambahnya.
Kendala serupa juga terjadi di wilayah lain. Di Kecamatan Jombang, sejumlah desa telah mengajukan pinjam pakai aset pemkab, namun belum membuahkan hasil.
Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, menyebut masih ada lima desa dan empat kelurahan yang belum memiliki lahan untuk pembangunan KDKMP.
”Masih ada desa dan kelurahan yang belum punya lahan,” tegasnya, Kamis (24/4). (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz