JombangBanget.id – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Jombang masih timpang.
Meski kelembagaan sudah terbentuk, masih ada sekitar 70 desa/kelurahan hingga kini belum bisa memulai pembangunan sama sekali.
Salah satu kendala utamanya faktor ketersediaan lahan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang Hari Purnomo mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan secara menyeluruh terkait kendala di lapangan, termasuk persoalan lahan.
”Kami masih menghimpun laporan dari teman-teman kecamatan terkait kendala di desa dan kelurahan,” ujarnya, Minggu (19/4).
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Juara Lomba Olimpiade PAI SMK se-Kabupaten Jombang
Pendataan tersebut mencakup berbagai kondisi.
Mulai dari desa yang pembangunannya sudah rampung 100 persen, desa yang sudah memiliki lahan namun masih terkendala, hingga yang belum memulai pembangunan sama sekali.
”Ini masih proses pengumpulan data dari camat se-Jombang. Nanti akan kami buat daftar permasalahan, terutama terkait progres dan pengajuan lahan ke aset pemerintah daerah, provinsi, maupun BUMN,” imbuhnya.
Menurut Hari, hasil pendataan tersebut nantinya akan dibahas bersama satuan tugas (satgas) untuk menentukan langkah tindak lanjut.
Terkait kemungkinan pemanfaatan aset kelurahan yang berada di luar wilayah administratif pemdes, ia menyebut hingga saat ini belum mendapatkan persetujuan.
”Informasinya sementara belum di-acc kalau di luar wilayah. Jadi harus berada di wilayah kelurahan itu sendiri,” ujarnya.
Seperti diketahui, berdasarkan data Dinkop UM Jombang hingga Senin (13/4), dari total 306 desa dan kelurahan di Jombang, baru sekitar 120 gerai Kopdes Merah Putih yang rampung dibangun.
Sebanyak 116 desa masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 70 desa lainnya belum memulai pembangunan sama sekali.
Baca Juga: Kokurikuler SDN Jombang 2 Angkat Budaya Nusantara, Siswa Belajar Tari hingga Wayang
Khusus di wilayah kelurahan, terdapat empat kelurahan yang belum bisa memulai pembangunan, yakni Kelurahan Jelakombo, Kaliwungu, Kepanjen, dan Jombatan.
Sementara itu, meski ratusan gerai kopdes sudah sudah selesai dibangun, hingga kini belum ada gerai Kopdes beroperasi.
Pembangunan satu gerai kopdes lengkap dengan gudang menelan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz