JombangBanget.id – Pemkab Jombang masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait pemanfaatan truk untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Hingga kini, kendaraan yang telah didistribusikan belum bisa dimanfaatkan secara optimal.
’’Terkait distribusi truk KDKMP belum ada arahan dari Kemenkop ke dinas kabupaten/kota. Saat ini masih menjadi ranah PT Agrinas dalam mempersiapkan fisik dan sarana prasarana KDKMP sesuai Inpres,’’ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang, Hari Purnomo, (7/4).
Baca Juga: 12 Kursi Kades di Jombang Kosong, Ini Daftar Desa dan Penyebabnya
Meski sebagian kendaraan sudah di drop ke Jombang, namun belum ada arahan resmi dari Kementerian Koperasi terkait penggunaan armada tersebut.
Pemerintah daerah masih menunggu kejelasan aturan agar pemanfaatan kendaraan tidak menyalahi ketentuan.
Tanpa juknis yang jelas, pemkab memilih tidak tergesa-gesa mengoperasikan armada tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UM Jombang, Gatut Wijaya, menyampaikan, dari total 306 desa yang masuk program pembangunan KDKMP di Jombang, baru sebagian yang telah menuntaskan pembangunan gerai.
’’Sebanyak 120 desa sudah selesai 100 persen. Kemudian 116 desa masih dalam proses pembangunan, dan 70 desa lainnya belum memulai pembangunan fisik,’’ terangnya.
Sementara distribusi kendaraan operasional berupa truk sudah berjalan.
’’Hingga saat ini, sebanyak 74 unit truk telah disalurkan ke KDKMP di sejumlah desa,’’ terangnya.
Belum semua desa di Jombang yang sudah menyelesaikan pembangunan gerai menerima kendaraan operasional. Seperti di Kecamatan Mojowarno, dari total delapan desa yang telah merampungkan gerai, baru dua yang menerima truk.
’’Di Mojowarno baru dua yang menerima yakni, Catakgayam dan Menganto,’’ ujar Camat Mojowarno, M Ronny Afriandie.
Baca Juga: DPRD Jombang Apresiasi Langkah Tegas Pemkan, Hentikan Pembangunan Pabrik Pengolahan Ayam Ilegal
Dari total 19 desa di Mojowarno total ada 8 yang sudah selesai pembangunan gerai.
Rinciannya, Desa Catakgayam, Menganto, Mojowarno, Japanan, Latsari, Rejoslamet, Grobogan dan Gedangan.
Masih 11 desa yang belum selesai membangun gerai.
’’Dalam waktu dekat ada empat desa yang akan memulai pembangunan. Desa Gondek, Wringinpitu, Sidokerto, dan Sukomulyo,’’ ucapnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz