Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tersembunyi di Sawah, Sumur Tua di Desa Jombok Jombang Ini Disebut Jadi Peninggalan KH Hasyim Asy'ari

Dwi Aris Supriyanto • Jumat, 3 April 2026 | 08:04 WIB

 

RAWAT SEJARAH: Kepala Desa Jombok Nugroho Adi Wiyono saat meninjau sumur peninggalan KH Hasyim Asy
RAWAT SEJARAH: Kepala Desa Jombok Nugroho Adi Wiyono saat meninjau sumur peninggalan KH Hasyim Asy'ari yang telah dibangun pagar di areal persawahan Dusun/Desa Jombok, Ngoro, Jombang. (Dwi Aris/Radar Jombang)

 

JombangBanget.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Jombok, Kecamatan Ngoro, Jombang menunjukkan komitmennya dalam merawat warisan sejarah.

Secara swadaya, pemdes bersama warga membangun pagar pelindung di sekitar sumur tua peninggalan KH Hasyim Asy'ari.

Sumur yang berada di area persawahan Dusun/Desa Jombok itu menjadi satu-satunya sisa bangunan musala yang diyakini warga dulunya digunakan beribadah oleh Hadrasatussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan para utusannya saat meninjau wilayah pertanian di Kecamatan Ngoro dan sekitarnya.

Baca Juga: Student Journalism: Ketamansiswaan Menumbuhkan Karakter

Lokasi tersebut juga disebut sebagai tempat transit saat perjalanan menuju Kediri.

Langkah pembangunan pagar dilakukan sebagai bentuk perlindungan fisik sekaligus upaya edukasi sejarah bagi generasi mendatang.

”Saat ini yang tersisa hanya bangunan sumurnya. Agar tidak rusak, kami membangun pagar secara swadaya di sekeliling lokasi agar anak cucu kami ke depannya mengetahui sejarah,” ujar Kepala Desa Jombok Nugroho Adi Wiyono.

Menurutnya, pelestarian sumur bersejarah tersebut menjadi tanggung jawab langsung pemerintah desa bersama masyarakat.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Golongan yang Akan Dapat Naungan Arasy di Hari Kiamat

”Kami dari jajaran Pemdes dan masyarakat desa akan merawat peninggalan sejarah tersebut secara mandiri,” tambahnya.

Selain nilai sejarah, sumur tua itu juga memiliki dimensi sosial-budaya di tengah masyarakat.

Letaknya yang berada di dekat tikungan jalan penghubung Jombang–Kediri kerap dikaitkan dengan cerita mistis.

”Sebagian masyarakat sekitar kerap mengaitkan kejadian kecelakaan dengan sosok mistis penghuni sumur tua tersebut karena lokasinya berdekatan,” ujarnya.

Pemdes memastikan, terlepas dari cerita yang berkembang, fokus utama tetap pada pelestarian nilai sejarah sebagai warisan leluhur.

”Peninggalan bersejarah harus tetap dirawat keberadannya, agar dapat menjadi pembelajaran sejarah bagi tiap generasi ke depannya,” pungkasnya. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#sumur tua #KH Hasyim Asy'ari #Desa Kita #Jombang #Jombok