JombangBanget.id – Upaya melestarikan tradisi leluhur terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Miagan, Kecamatan Mojoagung dengan berbagai cara.
Salah satunya dengan menggelar kegiatan bersih desa atau ruwat desa selama dua hari sejak Kamis (29/1) hingga Jumat (30/1) malam.
Kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin Pemdes Miagan menjelang bulan suci Ramadan.
Kepala Desa Miagan Antok Budi Subagyo mengatakan, tahun ini kegiatan digelar lebih sederhana tanpa mengurangi maknanya.
”Rangkaian kegiatan yang digelar memadukan nuansa keagamaan serta pelestarian sejarah dan budaya leluhur,” tuturnya.
Hari pertama, Kamis (29/1) dilaksanakan Khatmil Quran di seluruh masjid dan musala se-Desa Miagan.
Serta dilakukan pula barikan dan doa bersama di semua punden yang ada di tiap dusun.
Hari kedua sekaligus puncak acara, Jumat (30/1) malam ditutup dengan pagelaran wayang kulit dan campur sari di Pendopo Kantor Desa Miagan.
Perpaduan pertunjukan wayang kulit dan campur sari mampu menyedot animo masyarakat.
Terbukti dengan hadirnya warga desa setempat hingga masyarakat sekitar desa dari berbagai kalangan.
Antusiasme tinggi tersebut mencerminkan bentuk kepedulian terhadap kesenian tradisonal di era modern saat ini.
Dalam adat masyarakat Jawa, kegiatan bersih desa atau ruwah desa masih diyakini merupakan bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi maupun perlindungan dari mara bahaya.
Rangkaian kegiatan bersih desa atau ruwah desa tersebut menjadi wujud komitmen Pemdes Miagan dalam merawat tradisi leluhur desa setempat dan melestarikan kesenian tradisional.
”Selain sebagai bentuk suka cita dan wujud rasa syukur warga masyarakat desa, kegiatan ini kami gelar sebagai bentuk pelestarian tradisi warisan nenek moyang,” pungkasnya. (dwi/naz)
Editor : Ainul Hafidz