JombangBanget.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Jombang terus menunjukkan peran aktif dalam memperjuangkan pembangunan jembatan penghubung di Dusun Banjarejo.
Jembatan tersebut menjadi akses vital warga untuk kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan, sekaligus jalur penghubung antar desa dan antar kecamatan.
Kepala Desa Kudubanjar Gatot Kuswanto menyampaikan, jembatan lama putus sejak 31 Desember 2019 akibat penumpukan enceng gondok dan derasnya arus Sungai Kali Marmoyo.
Kondisi itu memaksa warga menempuh jarak lebih jauh untuk beraktivitas.
”Jembatan tersebut putus sejak Desember 2019. Saat tidak ada jembatan, maka warga sekitar harus menempuh jarak lebih jauh,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemdes Kudubanjar menggandeng tokoh masyarakat dan warga untuk bermusyawarah.
Hasilnya, disepakati pembangunan jembatan darurat melalui swadaya masyarakat demi menjaga akses tetap terbuka.
Baca Juga: Petani Desa Gempollegundi Jombang Dapat Bantuan Alsintan Baru, Produktivitas Diproyeksi Naik
”Meskipun ditangani darurat, namun waktu itu pembangunan jembatan tetap memperhitungkan faktor keamanan dan kenyamanan pengguna yang melintas,” sambung Gatot.
Jembatan darurat tersebut dibangun menggunakan material besi dengan lantai plat. Namun, dimensinya terbatas.
”Jembatan darurat yang dibangun dengan panjang 27 meter dan lebar 1,2 meter, sehingga saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Pemdes Kudubanjar secara konsisten mengajukan usulan pembangunan jembatan permanen kepada Kecamatan Kudu, Pemkab Jombang, hingga dinas terkait.
Baca Juga: Tak Punya Lahan Layak, Kades di Jombang Minta Regulasi KDKMP Dilonggarkan
”Dulu pernah disampaikan akan diperbaiki, tapi karena pandemi Covid-19, rencana perbaikannya diundur,” jelasnya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil pada 2025. Pemkab Jombang melakukan pendataan lebar sungai sebagai bagian dari rencana pembangunan jembatan baru.
Anggaran juga telah disiapkan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), meski proses lelang sempat mengalami kendala.
Harapan warga kembali menguat setelah Bupati Jombang Warsubi dan Wabup Salmanudin bersama jajaran kepala OPD dan Forkopimcam Kudu meninjau langsung lokasi jembatan.
“Harapan warga kembali muncul dengan adanya kunjungan Bupati Jombang bersama kepala OPD terkait dan jajaran Forkopimcam Kudu beberapa waktu lalu,” tandas Gatot.
Pemdes Kudubanjar berharap pembangunan jembatan permanen segera terealisasi agar mobilitas warga semakin lancar dan aman.
”Dengan infrastruktur yang memadai serta jarak tempuh yang lebih dekat, kami berharap pembangunan ini dapat mempermudah mobilitas warga, sehingga dapat meningkatan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (dwi/naz)
Editor : Ainul Hafidz