Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Keren! Akademi Pesawat Watudakon Lahirkan Pemain Muda Berprestasi hingga Timnas Indonesia U-20, Ternyata Ini Rahasinya

Dwi Aris Supriyanto • Minggu, 9 November 2025 | 01:53 WIB

 

MEMBANGGAKAN: Kepala Desa Watudakon Suharto bersama jajaran pengurus akademi Pesawat FC mendampingi Aldo Putra Firdaus sebagai wakil Jombang di ajang Asian Football 7 League di Thailand.
MEMBANGGAKAN: Kepala Desa Watudakon Suharto bersama jajaran pengurus akademi Pesawat FC mendampingi Aldo Putra Firdaus sebagai wakil Jombang di ajang Asian Football 7 League di Thailand.

JombangBanget.id  – Pemerintah Desa (Pemdes) Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang menunjukkan komitmen nyata dalam pembinaan olahraga, khususnya sepak bola.

Melalui Akademi Pesawat (Persatuan Sepakbola Watudakon), desa ini berhasil melahirkan sejumlah pesepakbola muda berbakat yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

Kepala Desa Watudakon Suharto yang juga menjabat sebagai manajer Akademi Pesawat mengatakan, dukungan penuh dari pemdes menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan akademi.

”Pemain muda kami banyak yang berhasil di berbagai klub di Indonesia, ada juga yang mampu menembus timnas,” ujarnya.

Salah satu bukti nyata adalah keberhasilan Rahmat Beri Santoso, jebolan Akademi Pesawat yang sempat memperkuat Timnas Indonesia U-20 dan turut mengantarkan Garuda Nusantara lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023 di Uzbekistan.

Kini, Rahmat memperkuat klub BRI Liga 1, PS Barito Putera asal Kalimantan Selatan.

Tak berhenti di situ, akademi binaan Pemdes Watudakon kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Kali ini, giliran Aldo Putra Firdaus, 11, yang menjadi wakil Jombang di ajang Asian Football 7 League di Thailand pada 23–26 Oktober lalu.

”Aldo menjadi bagian anggota tim SSB Farfaza FC, salah satu klub kompetisi internal Persebaya Surabaya yang berlaga di kompetisi tersebut,” terang Suharto.

Aldo merupakan putra pasangan Sumaripan dan Siti Muzayanah, warga Dusun Ngembul, Desa/Kecamatan Kesamben.

Dukungan penuh Pemdes Watudakon terhadap pengembangan potensi olahraga diharapkan bisa melahirkan lebih banyak generasi muda berprestasi dari desa.

Suharto menegaskan, keberadaan akademi ini bukan sekadar wadah pembinaan, tetapi juga sarana membentuk karakter, disiplin, dan semangat juang bagi para pemain muda.

”Kesempatan dan rezeki tidak datang dengan sendirinya, namun diiringi dengan dukungan dari berbagai pihak serta kerja keras sang pemain itu sendiri,” tuturnya.

Akademi Pesawat yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat kini terus berkembang dengan sistem pembinaan berjenjang sejak usia delapan tahun hingga dewasa.

Program ini didukung jajaran pelatih berpengalaman di tiap kelompok umur.

”Selain tim senior, kami juga memiliki pembinaan kelompok umur berjenjang sejak usia delapan tahun hingga dewasa,” pungkas Suharto. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemdes #akademi #Sepak Bola #Timnas U-20 #Desa #pesawat #Desa Kita #watudakon #Kesamben #timnas indonesia #Jombang