JombangBanget.id – Warga Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang rutin menggelar sedekah desa setiap tahun.
Lokasinya dipusatkan di punden Mbah Sumber yang berada di tengah area persawahan Dusun/Desa Balongbesuk.
Mbah Sumber diyakini sebagai sosok pembabat alas desa Desa Balongbesuk.
Di dalam lokasi punden terdapat sumur tua yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau.
Kepala Desa Balongbesuk M. Saifur mengatakan, sedakah desa rutin digelar tiap tahun.
Tahun ini sedekah desa diisi dengan kegiatan kirab budaya dan gunungan hasil bumi yang diarak mengelilingi desa, dilanjutkan dengan tasyakuran dan pagelaran wayang kulit di lokasi punden, Kamis (12/6).
”Lokasi start berawal dari kantor desa menuju lokasi finish di lokasi punden. Warga sangat antusias mengikuti kirab,” ujar Saifur.
Kegiatan kirab dan tasyakuran rutin diadakan setiap bulan Besar di hari Kamis Kliwon.
Tradisi ini sudah berjalan secara turun temurun sejak dulu. Kegiatan kirab diikuti seluruh warga dari delapan rukun warga (RW), lembaga pendidikan dan berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan yang ada di Desa Balongbesuk.
Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid beserta jajaran Forkopimcam Diwek juga turut hadir.
Setelah diarak keliling kampung, tumpeng nasi raksasa dimakan bersama oleh warga.
Baca Juga: Eksis Sejak 2018, Ternyata Ini Filosofi Perpusdes R-Ceria Desa Kepuhkembeng Peterongan Jombang
”Hal ini menjadi wujud rasa syukur warga atas hasil pertanian yang melimpah, sekaligus berharap berkah serta dihindarkan dari bala bencana dan musibah,” tambahnya.
Beberapa hari sebelumnya, warga bergotong royong dengan menggelar kerja bakti bersama di lokasi punden.
Dilanjutkan dengan tradisi doa bersama dan menyembelih kerbau sebagai wujud syukur dari warga setempat khususnya para petani.
”Nantinya kepala kerbau dikonsumsi bersama saat malam tahlil, sementara sisa dagingnya dibagikan kepada masyarakat terutama petani karena kerbau tersebut merupakan hasil urunan para petani,” pungkasnya.
Puncak acara sedekah desa dimeriahkan dengan pagelaran kesenian ludruk tradisional di halaman kantor desa, Kamis (19/6) mendatang. (dwi/naz)
Editor : Ainul Hafidz