Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Afvoer Jasem di Desa Watugaluh Diwek Jombang Dinormalisasi, Pemdes: Semoga Sebelum Lebaran Selesai

Dwi Aris Supriyanto • Senin, 10 Maret 2025 | 20:14 WIB
PENGERUKAN SUNGAI: Kepala Dusun Watugaluh Wawan Budiono bersama petugas Dinas PUPR Kabupaten Jombang saat mengawasi pekerjaan normalisasi sungai di saluran afvoer Jasem.
PENGERUKAN SUNGAI: Kepala Dusun Watugaluh Wawan Budiono bersama petugas Dinas PUPR Kabupaten Jombang saat mengawasi pekerjaan normalisasi sungai di saluran afvoer Jasem.

JombangBanget.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang mengusulkan kegiatan normalisasi afvoer Jasem di Dusun/Desa Watugaluh.

Pasalnya, saat musim hujan, aliran air disaluran naik dan kerap meluap ke permukiman.

Kepala Desa Watugaluh Feryanto menerangkan ancaman banjir tidak hanya melanda wilayah desanya namun juga mengancam wilayah Desa Keras, Kecamatan Diwek.

Normalisasi afvoer Jasem di Dusun Watugaluh sebagai bentuk mitigasi bencana karena wilayah tersebut kerap jadi langganan banjir yang berasal dari luberan saluran.

”Sepengetahuan kami, aliran sungai ini sejak puluhan tahun belum pernah dilakukan pengerukan, dan hampir setiap tahun saat musim hujan pasti menjadi langganan banjir,” terangnya.

Kondisi afvoer Jasem mengalami pendangkalan parah karena sedimentasi, semakin diperparah dengan penumpukan sampah dan rimbunan pohon bambu yang membuat luas penampangnya terus menyempit.

”Proses pekerjaan juga kami usulkan rampung sebelum hari raya Idul Fitri agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan menikmati momen Lebaran bersama keluarga dengan rasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Kegiatan normalisasi sungai sangat membantu meningkatkan kapasitas sungai untuk menampung dan mengalirkan air dengan baik secara optimal.

Dengan demikian, risiko banjir dapat berkurang secara signifikan karena pada dasarnya normalisasi bertujuan untuk pengendalian banjir (flood control).

Sungai yang tidak terkelola dengan baik, juga cenderung menyebabkan erosi tanah di sekitarnya.

”Untuk pengerjaan kami mengusulkan sepanjang 1,4 kilometer dengan pelebaran menyesuaikan dengan lokasi dan kondisi awalnya, alirannya merupakan hulu dari Kali Jombang Wetan, sehingga berdampak pada saluran di wilayah perkotaan,” pungkas Feryanto. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemdes #saluran #sungai #Desa #Normalisasi #Desa Kita #watugaluh #lebaran