JombangBanget.id – Proyek desa wisata dan gedung BUMDes di Desa Sumberingin, Kecamatan Kabuh, Jombang janggal.
Pasalnya, meski sudah melewati tahun anggaran, hingga kini pengerjaan proyek yang bersumber dari dana desa (DD) 2024 itu belum tuntas.
Dua proyek tersebut menelan anggaran hampir mencapai Rp 400 juta.
Seperti pantuan koran ini kemarin (12/2), proyek gedung BUMDes bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp 183.214.350 masih belum selesai.
Nampak sejumlah pekerja sedang sibuk mengerjakan proyek itu.
Sedangkan, satu proyek yang informasinya digunakan untuk desa wisata tidak terdapat papan nama proyek.
Di sekitar proyek masih terdapat material berupa pasir dan keramik.
Informasinya, pada tahun 2024 lalu, Desa Sumberingin menganggarkan dengan menggunakan DD sebesar Rp 200 juta.
Hanya saja, kondisi di lapangan hanya berbentuk sebuah pendapa yang belum selesai.
”Ya mas itu dibangun 2024 akhir kemarin,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (12/2).
Dikatakannya, dari informasi yang ia terima, rencananya pembangunan itu digunakan untuk lapangan futsal. Akan tetapi, tidak tahu sekarang.
”Dulu itu rencananya untuk lapangan futsal, tapi sekarang kalau diganti kurang tahu,” katanya.
Meski sudah melewati tahun anggaran, hingga kini pengerjaan tak kunjung selesai.
Proyek pembangunannya masih tetap dilanjutkan desa. Hanya saja, pekerja sekarang dibagi dengan pembangunan gedung BUMDes.
”Pekerjaannya kadang bekerja di gedung sebelah kantor desa. Kadang juga di sini,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sumberingin Imam Rifa’i tak menampik bangunan gedung BUMDes masih belum selesai.
”Pembangunan itu sudah dimulai dikerjakan akhir tahun 2024 kemarin,” katanya.
Saat ditanya kendala apa sehingga pembangunan belum selesai, Imam mengaku tidak ada kendala, hanya saja memang pembangunannya belum selesai.
”Tidak ada kendala memang pembangunannya belum selesai. Ini pembangunan tetap dilanjutkan,” bebernya.
Sementara, terkait bangunan desa wisata, Imam memaparkan, proyek tersebut menggunakan anggaran DD tahun 2024 senilai Rp 200 juta.
”Jadi bangunannya memang seperti itu. Itu juga untuk pengurukan lahan,” katanya.
Pada tahun ini, lanjut Imam, proyek desa wisata akan kembali dilanjutkan.
”Pembangunannya itu bertahap. Jadi kami anggarkan lagi Rp 100 juta untuk membangun sentra kuliner pada tahun ini,” pungkas Imam. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz