Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Desa Mundusewu Bareng Jombang Lestarikan Ujung, Pemdes Berharap Jadi Tradisi Paten

Achmad RW • Senin, 2 September 2024 | 14:44 WIB

 

SERU: Warga adu kekuatan dalam tradisi ujung di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Jombang, Minggu (1/9).
SERU: Warga adu kekuatan dalam tradisi ujung di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Jombang, Minggu (1/9).

JombangBanget.id – Tradisi ujung di Kabupaten Jombang, masih terus hidup.

Lewat tradisi ini, warga bertarung saling memukul menggunakan rotan dengan harapan akan segera turun hujan.

Di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng misalnya dihelat, Jombang, Minggu (1/9).

Di hadapan ribuan warga dan pengunjung yang memadati balai Desa Mundusewu para jawara ujungan beraksi di bawah pengawasan wasit yang disebut dengan wlandang.

Sebelum mereka bertanding, dua kelompok petarung ini dipisahkan di kubu masing-masing.

Di sana sudah bersiap seorang bobotoh, semacam promotor yang memilih siapa yang akan maju berlaga.

Ketika sudah dihadapkan lawan, sesekali sebelum saling serang, para petarung akan menari mengikuti irama gamelan sambil tetap fokus mengintai gerak lawan.

Lengah sedikit, sabetan rotan akan mendarat kepada lawan.

Dalam pertandingan ini, para petarung yang kebanyakan petani akan bertarung satu lawan satu.

Mereka, bertarung dalam kondisi telanjang dada dan membawa senjata rotan di tangan masing-masing.

Petarung, akan saling mengincar, serta menyerang, dan menyabet kaki lawannya dengan rotan.

”Ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu, kita sebagai generasi penerus tentu menjaga dan melestarikan budaya ujung ini agar tidak punah di Desa Mundusewu,” ujar Anisah Kepala Desa Mundusewu.

Perihnya sabetan niat suci dari hati mereka merupakan wujud laku tirakat, untuk memohon hujan.

”Dari kepercayaan petani dahulu, ujungan merupakan suatu tirakat. Orang menyiksa diri sebagai sarana kontemplasi dengan alam yang sedang mengalami kekeringan,” jelas dia.

Pada akhir laga, kedua petarung bersalaman dan berpelukan. Tidak ada yang menang atau kalah dalam laga tersebut.

Ditambah, sorak pengunjung yang membuat suasana tradisi ujung semakin hidup.

Bukan hanya warga lokal, pertunjukan yang unik ini bahkan didatangi oleh warga dari luar Kabupaten Jombang.

”Yang datang banyak, bahkan dari luar (Jombang) juga ada, kami berharap tradisi ujung ini bisa ditetapkan oleh disdikbud (dinas pendidikan dan kebudayaan) sebagai tradisi paten Desa Mundusewu,” pungkasnya. (riz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemdes #hujan #Desa #mundusewu #Bareng #Jombang #paten #ujung #tradisi