Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tokoh Besar dari Yogyakarta Ini Diyakini Pernah Nyantri di Desa Dukuhmojo Mojoagung Jombang, Pemdes Ikut Jaga Kelestarian Peninggalan Bangunan

Anggi Fridianto • Minggu, 11 Agustus 2024 | 01:39 WIB
TETAP TERAWAT: Kades Dukuhmojo Nur Aini Ruba’i  menunjukkan Sebuah rumah tempat Sri Sultan Hamengkubuwana IX belajar agama di Dusun Wonoayu, Jumat (9/8).
TETAP TERAWAT: Kades Dukuhmojo Nur Aini Ruba’i  menunjukkan Sebuah rumah tempat Sri Sultan Hamengkubuwana IX belajar agama di Dusun Wonoayu, Jumat (9/8).

JombangBanget.id – Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Jombang memiliki sisi historis yang keren.

Salah satunya keberadaan Pondok Pesantren Tanfidzul Quran Nur Muhammad yang terletak di Dusun Wonoayu disebut-sebut sebagai tempat nyantrinya Sri Sultan Hamengku Buwono IX atau Gusti Raden Mas Dorodjatun.

Pemimpin Kasultanan Yogyakarta periode 1940-1988 yang juga pahlawan nasional pernah menimba ilmu agama di bumi Wonoayu.

Kades Dukuhmojo Nur Aini Ruba’i mengatakan, Desa Dukuhmojo memiliki kental akan sisi historis tokoh besar.

Salah satunya, keberadaan bangunan rumah klasik yang dulunya merupakan pondok tempat Sri Sultan Hamengku Buwono IX menimba ilmu agama kepada KH Imam Achmad.

”Informasi yang diturunkan turun-temurun oleh orang tua kami bahwa di rumah ini, dulunya Sri Sultan Hamengku Buwono IX pernah belajar agama di sini,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Secara pasti, ia tak mengetahui tahun berapa Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pertama itu belajar di pondok.

Hanya saja, dari informasi yang tertera di bedug masjid, jika masjid didirikan sekitar tahun 1800-an.

”Saya kurang tahu pastinya karena sampai sekarang belum ada bukti otentik yang menyebut tahun berapa Sri Sultan Hamengku Buwono IX mondok,” tambahnya.

Namun demikian, pihaknya sebagai pemerintah desa terus berupaya menjaga kelestarian peninggalan bangunan bersejarah tersebut.

Salah satunya, dengan mendukung perawatan dan upaya pengenalan nilai sejarah ke masyarakat umum.

Baca Juga: Sedekah Bumi Desa Plumbon Gambang Gudo Jombang Meriah, Ada Kirab Tumpeng hingga Pawa Budaya

”Dulu pernah akan direnovasi, namun kami berharap agar tetap menjaga bangunan asli. Akhirnya yang direnovasi hanya lantai dasar,” papar dia.

Hingga sekarang, rumah yang mayoritas berbahan kayu tersebut tetap kokoh dan terawat.

”Sekarang tetap kokoh dan terawat,” tegasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemdes #Mojoagung #yogyakarta #Gusti Raden Mas Dorodjatun #Desa #Desa Kita #Jombang #Sri Sultan Hamengku Buwono IX #nyantri #Dukuhmojo