Jombangbanget.id - Wisata religi makam Mbah Sayyid Ismail menjadi salah satu ikon Desa Janti, Kecamatan Jogoroto.
Setiap harinya, makam pengawal Putri Cempo banyak dikunjungi peziarah.
Hal ini turut mendongkrak perekonomian warga sekitar.
Pemerintah Desa Janti juga membentuk pokdarwis untuk meningkatkan pengelolaan wisata religi.
Kepala Desa Janti Musta’in mengatakan, makam Mbah Sayyid Ismail terletak di pemakaman umum Dusun Janti.
Mbah Sayyid Ismail diyakini dulunya merupakan pengawal Putri Cempo (Putri Campa, Red) yang merupakan pelopor cikal bakal awal tersebarnya ajaran agama Islam di wilayah Kerajaan Majapahit tempo dulu.
”Tiap hari selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah,” terangnya.
Untuk meningkatkan pengelolaan wisata religi makam Mbah Sayyid Ismail, Pemdes janti berinisiasi membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lukoyanti.
Anggotanya dari kalangan pemuda gabungan warga tiga dusun, yakni Dusun Janti, Dusun Corogo, Dusun Gerih.
”Pokdarwis Lukoyanti bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Abadi dan pengurus makam Mbah Sayyid Ismail menjadi satu kesatuan dalam menunjang kawasan wisata religi agar mampu mendongkrak pendapatan asli desa (PADes),” katanya.
Terbaru, mereka menyelesaikan pembangunan taman desa yang dinamakan Taman Warisan Si Mbah.
Taman tersebut dibangun di lahan kosong sekitar bantaran sungai yang berdekatan dengan kompleks Makam Mbah Sayyid Ismail.
Pemdes Janti juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang.
”Untuk lebih mengenalkan Taman Warisan Si Mbah, kami menggelar acara perdana Ngobar (Ngopi Bareng) Rabu (3/7) malam dengan mengundang berbagai pihak serta masyarakat umum,” tutur Must’ain.
Kawasan ini nantinya akan diwujudkan Pemdes Janti menjadi kawasan yang menunjang para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal yang ada di Desa Janti dan sekitarnya. (dwi/naz)
Editor : Ainul Hafidz