Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemdes Sukoiber Jombang Percantik Lapangan Desa, Pasang Paving, Segera Bangun Taman

Wenny Rosalina • Kamis, 25 April 2024 | 15:50 WIB
DIPERCANTIK: Kepala Desa Sukoiber Isnadi menunjukkan pemasangan paving di lapangan desa yang baru selesai dikerjakan tahun lalu.
DIPERCANTIK: Kepala Desa Sukoiber Isnadi menunjukkan pemasangan paving di lapangan desa yang baru selesai dikerjakan tahun lalu.

JombangBanget.id – Pemerintah desa (Pemdes) Sukoiber, Kecamatan Gudo, Jombang terus bersolek.

Setelah mempercantik lapangan desa. Tahun ini bakal dibangun gantangan burung. Gantangan itu nanti bakal menjadi daya tarik desa.

”Selain sebagai daya tarik desa, mendatangkan pengunjung dari luar Desa Sukoiber juga sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” ucap Isnadi Kepala Desa Sukoiber.

Tahun lalu, Lapangan desa sudah dipercantik dengan pemasangan paving mengelilingi lapangan.

Kini, lapangan tampak cantik, bersih dan nyaman dipakai berolahraga.

Sementara di sisi barat, rencananya akan dibangun gantangan burung.

Isnadi optimistis jika gantangan burung bakal menarik banyak pengunjung untuk datang ke Desa Sukoiber.

”Dalam musyawarah desa yang melibatkan BPD, kami berfikir apa yang membuat banyak orang datang ke desa, akhirnya muncul ide gantangan burung,” jelasnya.

Event lomba burung nanti bakal dikelola BUMDes setiap akhir pekan, pada hari Sabtu dan Minggu.

Jika gantangan burung sudah terealisasi, ke depan Pemdes Sukoiber bakal membangun taman desa, dilengkapi dengan mainan anak-anak yang letaknya di sekitar lapangan.

Serta pujasera desa yang bakal dikelola TP PKK Desa Sukoiber.

Baca Juga: Pemdes Mancar Jombang Optimalkan BUMDes untuk Dongkrak Ekonomi Warga, Kelola Parkir hingga Listrik di Pasar Peterongan

Dengan taman desa itu diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

”Nanti yang berjualan di situ akan dikelola TP PKK Desa, kami sebetulnya ingin punya ciri khas makanan, tapi sampai sekarang masih mencari-cari,” sebut dia.

Dipastikan, pembangunan desa bakal dilakukan secara bertahap.

”Karena menelan anggaran banyak, kami bangun secara bertahap. Pertama, gantangan burung dulu pakai DD 2, paling cair sekitar bulan Juli-Agustus, dan untuk taman mungkin tahun depan,” jelasnya.

Isnadi tidak hanya fokus mempercantik desa, tapi juga membangun infrastruktur berupa saluran air untuk petani.

Sebab, masyarakat Desa Sukoiber 80 persen di antaranya petani.

”Jadi kami juga bangun saluran air untuk pengairan sawah, dan petani lebih produktif,” bebernya.

Ada empat dusun di Desa Sukoiber. Yaitu Dusun Iber-iber, Dusun Sukowati, Dusun Klepek Selatan dan Klepek Utara yang dipisahkan Jl Raya Gudo-Blimbing.

Menurut salah satu sesepuh atau leluhur yang babat alas Desa Sukoiber, dia bercerita jika di Dusun Klepek ada makam Mbah Kaji Ali.

Setiap tanggal 15 Suro, makam Mbah Kaji Ali selalu ramai event.

Malam 15 suro itu diperingati dengan pengajian, kemudian paginya dilanjutkan dengan sedekah desa atau tasyakuran dan hiburan.

”Kalau dulu ya hanya tandaan dan tasyakuran saja, sekarang ada pengajian juga,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemdes Mojotrisno Jombang Manfaatkan TKD untuk Budi Daya Melon Hidroponik: Pakai Sistem Pertanian Modern

Dia menyebut, si setiap dusun ada makam leluhur. Hanya saja, Mbah Kaji Ali dianggap paling berjasa dalam babat alas Desa Sukoiber.

Sehingga kegiatan berpusat di makam tersebut.

”Kalau sejarah desa sendiri tidak ada, yang saya tahu, konon arti Sukoiber itu dari kata suko (suka), iber (miber). Entah bagaimana memaknai,” pungkasnya. (wen/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#KITA #Pemdes #Gudo #lapangan #Paving #taman #Desa #sukoiber #Jombang #Bangun