Petani Vanili Wonosalam Jombang Waspadai Jamur saat Kemarau

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:03 WIB
POTENSI: Kebun vanili di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
POTENSI: Kebun vanili di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id -  Petani vanili di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, mewaspadai ancaman jamur pada akar tanaman saat musim kemarau.

Untuk menjaga pertumbuhan vanili, Endon Siswoyo merawat kelembapan akar dengan menutupnya menggunakan dedaunan serta menyesuaikan intensitas penyiraman dengan kondisi tanaman.

”Untuk itu pada musim kemarau, penyiraman dilakukan lebih rutin,” ujarnya.

Baca Juga: Pemilik Warung Tertidur, Residivis Asal Mojoagung Gasak Dua HP

Intensitas penyiraman disesuaikan dengan kondisi tanaman. Vanili yang sudah mendapat naungan pohon cukup disiram sekitar dua kali sepekan.

Sementara tanaman yang terpapar langsung sinar matahari perlu disiram setiap pagi atau sore.

Menurut Endon, menjaga kelembapan menjadi salah satu kunci perawatan vanili, terutama ketika curah hujan berkurang.

Baca Juga: Belajar dari Madiun, Jombang Matangkan Rencana KPBU PJU

Tanpa ketekunan merawat, potensi hasil tanaman bisa terganggu.

’’Kalau kemarau seperti saat ini kita rajin mengairi atau menyirami agar tetap lembap. Tantangan utamanya ya ketekunan dalam merawat,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Wonosalam Jombang Vanili budidaya kemarau