Harga tersebut ditopang kualitas hasil panen yang dinilai lebih baik dibanding musim sebelumnya, meski petani menghadapi cuaca yang tak menentu.
Kepala Desa Kepuhrejo Asiami mengungkapkan, kualitas tembakau tahun ini meningkat dibanding musim sebelumnya.
Baca Juga: Student Journalism: Keutamaan Sabar
Dari satu kuintal daun tembakau basah, petani mampu menghasilkan sekitar 18–20 kilogram tembakau rajangan.
”Tanaman tembakau tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu. Hasil rajangan per kuintalnya tinggi dan harganya juga naik,” kata Asiami.
Saat ini harga tembakau rajangan kering bervariasi bergantung kualitas, mulai Rp 37 ribu, Rp 40 ribu, hingga Rp 42 ribu per kilogram.
Bahkan, untuk kualitas non-gula, harganya mampu menyentuh Rp 50 ribu per kilogram.
Baca Juga: Harga Cengkeh Naik, Hama dan Penyakit Mengancam Petani Wonosalam Jombang
Sementara harga daun tembakau basah jenis rejeb bertahan di kisaran Rp 7.000 per kilogram.
Melihat tingginya nilai jual rajangan, sebagian besar petani memilih mengolah sendiri hasil panennya ketimbang menjual langsung dalam kondisi basah.
”Mayoritas petani merajang sendiri karena harganya lebih tinggi. Saat ini sekitar 80 persen areal tanam sudah dipanen,” ujar Asiami.
Dengan tren harga yang positif, para petani berharap nilai jual tembakau tetap stabil hingga seluruh hasil panen terserap pasar demi mendongkrak pendapatan mereka.
”Harapannya harga tetap bertahan bagus agar petani makin sejahtera,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz