Muktamar NU Dongkrak Ekonomi Jombang, UMKM Laris Manis

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:11 WIB
TELADAN: Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), mengunjungi stan expo milik PUPR Jombang di lokasi Muktamar NU di Tambakberas, (25/8). (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)
TELADAN: Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), mengunjungi stan expo milik PUPR Jombang di lokasi Muktamar NU di Tambakberas, (25/8). (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dinilai memberi dampak positif terhadap perekonomian Jombang.

Selain suvenir UMKM yang laris, warung, rumah makan, hotel, dan penginapan disebut ramai selama gelaran berlangsung.

Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), mengunjungi stan expo UMKM di lokasi Muktamar NU di Tambakberas, Selasa (25/8).

Baca Juga: Banser Jombang Siap Amankan Muktamar ke-35 NU

Semua produk yang dijual UMKM laris manis.

’’Saya sempat mau membeli sarung muktamar tapi ternyata habis. Saking larisnya sampai harus repeat order (pesan ulang),’’ tutur pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis dan Bilqis 2 PP Darul Ulum Rejoso, Jombang ini.

Padahal ketua DPC Demokrat ini mendatangi stan expo sebelum muktamar dimulai.

’’Saya mengunjungi stan H-2 pembukaan muktamar,’’ kata ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.

Baca Juga: Kiai Ubaid ke Prabowo: Jangan Ada Intervensi di Muktamar NU

Putra KH Rifai Romly dan Hj Ummu Aiman binti KH Mahrus Ali Lirboyo ini yakin muktamar membawa banyak dampak positif.

Termasuk dalam menggerakkan perekonomian di Jombang.

’’Bukan hanya stan expo yang ramai. Saya lihat semua warung dan rumah makan di Jombang juga selalu ramai siang dan malam,’’ urai ketua PSSI dan Perkemi Jombang ini.

Semua hotel dan penginapan penuh. Rumah-rumah warga juga banyak yang disewa peserta maupun penggembira muktamar.

Baca Juga: Kiai Maman Soroti Karantina Peserta Muktamar NU di Jombang: Jangan Diintervensi

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Allah Ta’ala merahmati orang yang memberi kemudahan  dan kemurahan dalam membeli, menjual serta menagih utang,’’ urai alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri. 

Para penjual dagangan harus melayani pembeli secara baik.

’’Jangan getok harga. Jual dengan harga wajar. Jangan sampai menjual dengan harga yang melebihi kewajaran,’’ pesannya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
UMKM muktamar Jombang ekonomi gus sentot