JombangBanget.id - Prestasi membanggakan diraih Bank Jatim Cabang Jombang. Tim Bank Jatim Jombang berhasil menembus 10 besar ajang QRIS Jelajah Indonesia yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) tingkat regional Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut diraih setelah tim Bank Jatim Jombang lolos pada tahapan seleksi dan berhak mengikuti Technical Meeting dan Seleksi Tahap II yang digelar di Gedung De Javasche Bank, Jalan Garuda Nomor 1, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Selasa (7/7).
’’Tim Bank Jatim Jombang berhasil lolos ke putaran 10 besar QRIS Jelajah Indonesia. Bukan hanya kategori tim, tetapi juga kategori individu,’’ kata Pimpinan Cabang Bank Jatim Jombang, Hanif Julhamsyah.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Bank Jatim Jombang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Keuangan ASN, Bank Jatim Jombang Kenalkan Layanan Digital JConnect
Dalam kompetisi tersebut peserta dituntut memiliki pemahaman luas mengenai sistem pembayaran digital dan kebanksentralan.
Materi yang diujikan meliputi tugas dan fungsi Bank Indonesia, sejarah rupiah, manfaat digital banking, implementasi QRIS bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga berbagai kebijakan sistem pembayaran nasional.
’’Peserta harus memahami banyak materi, mulai sejarah rupiah, manfaat digital banking, penerapan QRIS untuk UMKM hingga pengetahuan tentang Bank Indonesia,’’ paparnya.
Peserta juga dibekali materi mengenai Undang-Undang Bank Indonesia, Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, infrastruktur transfer dana dan fitur BI-FAST, fitur-fitur QRIS.
Termasuk QRIS Cross Border, Merchant Discount Rate (MDR) QRIS, Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP), perlindungan konsumen, serta program Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Jatim meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang layanan keuangan digital.
Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan pegawai mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan sistem pembayaran digital yang aman dan efisien.
’’Harapannya, ilmu yang diperoleh dari kompetisi ini bisa diterapkan dalam pelayanan kepada nasabah sekaligus mendukung percepatan digitalisasi transaksi keuangan di daerah,’’ terangnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz