JombangBanget.id - Kecamatan Wonosalam masih menjadi sentra utama produksi cengkeh di Kabupaten Jombang.
Dari total produksi cengkeh kering sebesar 363 ton per tahun, wilayah pegunungan tersebut menyumbang sekitar 234,9 ton atau lebih dari 60 persen produksi cengkeh kabupaten.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang M. Rony mengatakan, luas tanam cengkeh di Kabupaten Jombang mencapai 660,5 hektare.
Sebagian besar berada di Kecamatan Wonosalam seluas 435 hektare, sedangkan sisanya 225,5 hektare berada di Kecamatan Bareng.
Baca Juga: Potensi Cengkeh Wonosalam Jombang Kian Menjanjikan, Satu Pohon Bisa Hasilkan 15 Kilogram
”Wonosalam menjadi sentra produksi terbesar dan menyumbang lebih dari 60 persen total produksi cengkeh di Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tahun 2025, produksi cengkeh kering di Kecamatan Wonosalam mencapai sekitar 234,9 ton per tahun.
Sementara Kecamatan Bareng menghasilkan sekitar 128,35 ton per tahun.
Secara keseluruhan, produktivitas rata-rata tanaman cengkeh di Kabupaten Jombang mencapai 0,55 ton cengkeh kering per hektare per tahun atau setara 5,5 kuintal per hektare.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produktivitas, Dinas Pertanian terus melakukan pendampingan kepada petani cengkeh.
Pendampingan meliputi penerapan budidaya yang baik, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga peningkatan kualitas hasil panen.
Selain itu, pemerintah juga mendukung pengembangan perkebunan cengkeh melalui penyediaan bibit unggul dan program peremajaan tanaman.
Pada 2025, Dinas Pertanian telah menyalurkan 3.000 bibit cengkeh ke wilayah potensial di Kecamatan Wonosalam dan Bareng.
Baca Juga: Binrohtal: Hari Asyura Datang, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Umat Muslim
”Pada 2026 juga dialokasikan program peremajaan tanaman cengkeh seluas enam hektare di Kecamatan Bareng,” katanya.
Penguatan kapasitas petani juga dilakukan melalui pembinaan kelompok tani.
Selama 2025 hingga 2026, sebanyak 250 petani cengkeh di Kecamatan Wonosalam dan Bareng mendapat pendampingan untuk meningkatkan kemampuan budidaya serta pengembangan usaha tani. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz