JombangBanget.id - Siapa sangka, dari sebuah rumah sederhana di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, lahir kostum-kostum super hero yang kini dipakai penggemar cosplay hingga manca negara.
Di sebuah ruang kerja yang tak terlalu luas, lembaran eva foam warna-warni tersusun rapi di sudut ruangan.
Sesekali terdengar suara alat pemotong dan lem panas yang bekerja tanpa henti.
Baca Juga: Call Center 110 Polri Terbukti Cepat, Pemabuk yang Resahkan Warga Jombatan Jombang Diamankan
Di tempat itulah, Reza Andi Faisal, 34, bersama beberapa pekerja menuangkan kreativitasnya dalam berbagai kostum karakter populer seperti Power Rangers, Super Sentai hingga Ultraman.
Hobi yang awalnya sekadar kesenangan pribadi itu kini berkembang menjadi usaha yang menjanjikan. Bahkan, produk buatannya sudah menembus pasar internasional.
”Kalau pengiriman sudah ke Jepang, Australia, sampai Amerika Serikat,” ujar Andi saat ditemui di rumah produksinya, (19/6).
Ia menceritakan, usaha tersebut mulai dirintis sekitar enam tahun lalu, tepat saat pandemi Covid-19 merebak.
Berbekal ketertarikan pada dunia cosplay, Andi mencoba membuat kostum sendiri dan memasarkannya melalui media sosial serta komunitas penggemar karakter fiksi.
Tak disangka, respons pasar cukup baik. Pesanan berdatangan, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga luar negeri. Untuk membuat satu kostum, prosesnya tidak sederhana.
Mulai dari desain, pemotongan bahan, perakitan hingga pengecatan dilakukan secara teliti agar hasilnya menyerupai karakter asli.
Adapun bahan utama yang digunakan adalah eva foam, material yang cukup populer di kalangan perajin cosplay karena ringan dan mudah dibentuk.
”Eva foam lebih fleksibel untuk membuat detail karakter,” katanya. (ang/naz)
Raup Cuan hingga Jutaan Rupiah
USAHA pembuatan kostum super hero di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, terus berkembang.
Dalam sebulan, rumah produksi ini mampu menghasilkan enam hingga sepuluh kostum, tergantung tingkat kerumitan pesanan.
Baca Juga: Binrohtal: Pentingnya Niat dalam Islam, Amal Dunia Bisa Bernilai Akhirat
Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Mulai dari Rp 1,8 juta untuk model sederhana, hingga lebih dari Rp 5 juta untuk kostum dengan detail dan aksesori yang lebih rumit.
”Harga bervariasi, mulai Rp 1,8 juta untuk model sederhana hingga lebih dari Rp 5 juta untuk kostum dengan detail dan aksesori yang rumit,’’ ujar Andi.
Menariknya, di tengah gejolak melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, usaha Andi justru mendapat berkah tersendiri.
Sebagian besar transaksi dari pelanggan luar negeri dilakukan menggunakan mata uang dolar.
”Karena pembayaran dari luar pakai mata uang asing, saat dikonversi ke rupiah nilainya lebih tinggi,” ungkapnya.
Menurut Andi, selisih kurs tersebut mampu mendongkrak pendapatan sekitar 10 persen.
Saat ini, usaha yang dijalankannya bisa menghasilkan laba bersih sekitar Rp 15 juta setiap bulan.
Baca Juga: Akhir Juni Cair, 186 Guru Madrasah Jombang Terima Insentif Rp 1,5 Juta
Meski demikian, Andi mengaku tidak ingin terlalu bergantung pada keuntungan sesaat akibat fluktuasi kurs. Ia berharap kondisi ekonomi tetap stabil sehingga permintaan pasar luar negeri terus meningkat.
”Bagi saya yang terpenting bukan hanya keuntungan, melainkan keberlangsungan usaha yang bisa terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz