JombangBanget.id - DPD Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Jombang-Mojokerto kini resmi memiliki kantor komisariat sendiri.
Gedung yang berada di Perum Az Zahra, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang itu diresmikan, Sabtu (23/5), dan diharapkan menjadi pusat kolaborasi sekaligus rumah besar bagi pelaku properti di Jombang dan Mojokerto.
Peresmian kantor dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas, Ketua Komisariat REI Jombang-Mojokerto Nyoman Swardana, jajaran pengurus REI kabupaten/kota se-Jawa Timur, Kepala Kantor Pertanahan Jombang, perwakilan perbankan serta Mitra kerja lainnya.
Ketua Komisariat REI Jombang-Mojokerto Nyoman Swardana mengatakan, keberadaan kantor tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan dan penguatan sinergi antar-insan properti.
Baca Juga: Milad PKS ke-24 di Jombang Meriah, Luncurkan Platform Digital UMKM Gratis
”Gedung ini milik DPD REI Jatim, kami hanya menggunakan. Dengan budi baik Pak Ketua dan semua pengurus, kami dibelikan gedung ini,” ujarnya.
Nyoman menjelaskan, gedung dibeli pada November 2025 dengan nilai sekitar Rp 350 juta.
Selanjutnya dilakukan renovasi pada Januari 2026 dengan anggaran sekitar Rp 265 juta beserta seluruh aset di dalamnya yang dibiayai DPD REI Jawa Timur.
Menurut dia, kantor baru itu nantinya tidak hanya melayani anggota REI, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai mitra kerja.
”Kami tidak bisa lepas dari keterkaitan dengan teman-teman di pemkab maupun perbankan. Tujuannya bagaimana kita bisa mensinergikan tugas-tugas di real estat dengan pemerintah daerah,” katanya.
Ia berharap kantor tersebut membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
”Semoga membawa berkah untuk kita semua dan menjadi awal yang baik,” ucapnya.
Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas mengaku bersyukur karena setelah tiga tahun diajukan, Komisariat REI Jombang-Mojokerto akhirnya memiliki kantor sendiri.
”Teman-teman ini sudah tiga tahun lalu diajukan ke DPD dan sekarang akhirnya punya kantor komisariat sendiri,” katanya.
Ilyas menyebut, saat ini terdapat sekitar 640 perusahaan anggota REI di Jawa Timur dengan lebih dari 1.000 proyek perumahan.
Baca Juga: Kantor Kemenag Jombang Minta Madrasah Tak Menahan Ijazah karena Alasan Administrasi
Menurutnya, sektor properti memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Karena itu, keberadaan kantor baru diharapkan dapat memperkuat kontribusi REI dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, ia mengakui sektor properti tengah menghadapi tantangan akibat kondisi ekonomi makro yang belum stabil. Pengembang diminta terus berinovasi agar pasar tetap bergerak.
”Kondisi makro ekonomi hari ini tengah sulit, apalagi untuk properti. Teman-teman harus berinovasi agar produk-produk perumahan tetap bisa terserap pasar,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi berharap REI terus mendukung pembangunan rumah subsidi yang murah dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
”Semoga kehadiran REI ini ikut menyukseskan program Presiden Prabowo terkait 3 juta rumah bersubsidi yang murah namun berkualitas,” katanya.
Warsubi juga mengungkapkan, akan ada dua pengembang besar yang masuk ke kawasan industri Usaha Brantas di wilayah utara Sungai Brantas, tepatnya di Kecamatan Kabuh dan Ngusikan.
Kawasan seluas sekitar 800 hektare itu direncanakan mulai dibangun tahun ini dan dipasarkan tahun depan.
Menurutnya, kehadiran kawasan industri tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor perumahan di wilayah utara Jombang.
”Saya yakin di bawah Pak Nyoman, REI akan lebih baik dan makin besar serta terus mewujudkan pembangunan perumahan yang layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tandasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz