Ribuan Hektare Tebu di Jombang Siap Diremajakan, Pemkab Kejar Swasembada Gula

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Senin, 25 Mei 2026 | 06:51 WIB
GAYENG: GM PT SGN PG Tjoekir, Abdul Azis Purmali, bersama Wabup Salmanudin, Sekdakab Jombang Agus Punomo dan Kepala Disperta Much Rony.
GAYENG: GM PT SGN PG Tjoekir, Abdul Azis Purmali, bersama Wabup Salmanudin, Sekdakab Jombang Agus Punomo dan Kepala Disperta Much Rony.

JombangBanget.id - Pemkab Jombang mulai tancap gas mendukung target swasembada gula nasional.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni memperluas program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu hingga 3.000 hektare pada 2026.

Wabup Jombang, Salmanudin, menegaskan, sektor perkebunan tebu menjadi kekuatan utama pertanian di Jombang.

Karena itu, produktivitas tanaman harus terus dijaga agar hasil panen dan produksi gula meningkat.

Baca Juga: Program Bongkar Ratoon di Jombang Digeber, PG Tjoekir dan Petani Sinergi Wujudkan Swasembada Gula Nasional

”Bongkar ratoon ini penting karena banyak tanaman tebu yang produktivitasnya mulai turun. Dengan peremajaan, hasil produksi diharapkan lebih optimal, baik tonase maupun rendemennya,” katanya mewakili Bupati Jombang Warsubi.

Data Dinas Pertanian (Disperta) Jombang menunjukkan, luas lahan tebu di Jombang mencapai 10.787 hektare.

Pada 2024, produksi tebu tercatat mencapai 787.246 ton dengan produktivitas rata-rata 73 ton per hektare dan rendemen 7,11 persen.

Dari hasil itu, produksi gula hablur mencapai 61.749 ton atau berkontribusi sekitar 3 persen pada kebutuhan gula di tingkat Jawa Timur.

Pada 2025 Jombang mendapat alokasi program bongkar ratoon seluas 613,6 hektare dan perluasan areal tanam 61 hektare.

Jumlah itu melonjak tajam pada 2026 dengan alokasi bongkar ratoon mencapai 3.000 hektare serta perluasan areal tanam 200 hektare.

”Kami terus mempercepat proses CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) usulan program bongkar ratoon dan perluasan tanam. Tujuannya jelas, meningkatkan kesejahteraan petani tebu sekaligus mendukung produksi gula nasional,” imbuhnya.

Pemkab optimistis produktivitas tebu di Jombang akan terus meningkat melalui penggunaan varietas unggul, teknologi budidaya yang tepat, serta pendampingan intensif kepada petani.

Selain itu, Pemkab Jombang juga memperkuat dukungan melalui pendampingan penyuluh, fasilitasi sarana produksi pertanian, peningkatan kapasitas petani, hingga membangun sinergi dengan pabrik gula dan dunia usaha.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Semua Bisa Diusahakan

Tak hanya itu, diharapkan sektor pertanian tebu mulai diminati generasi muda.

Menurutnya, pertanian modern harus mampu melahirkan agropreneur muda yang inovatif dan berdaya saing.

”Kami ingin anak-anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan. Sektor tebu punya potensi besar jika dikelola secara modern,” tuturnya.

Melalui program itu, Pemkab Jombang berharap produksi gula terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
bongkar ratoon PG Tjoekir PT SGN Jombang tebu