Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Harga Bumbu dan Minyak Goreng di Jombang Naik Drastis, Jadi Segini

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 29 April 2026 | 07:51 WIB
Penjual bumbu dapur di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang
Penjual bumbu dapur di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang

JombangBanget.id – Harga bahan pokok terus merangkak naik. Khususnya minyak goreng dan bumbu dapur.

Kenaikan terjadi baik pada minyak goreng kemasan maupun curah. Kenaikan hingga mencapai Rp 2.000 per liter.

Agus, salah satu pedagang di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang mengungkapkan, lonjakan harga mulai terasa sejak beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Indonesia Naik Drastis

Di tingkat pedagang, minyak goreng kemasan sederhana ukuran satu liter yang sebelumnya dijual Rp 22 ribu, kini naik menjadi Rp 24 ribu per liter.

’’Minyak curah juga ikut naik. Dari sebelumnya Rp 20 ribu per liter, sekarang jadi Rp 22 ribu,’’ ujarnya.

Sementara untuk minyak goreng merek Minyakita, harga masih relatif lebih rendah, di bawah Rp 20 ribu per liter.

Baca Juga: Susah Banget! Elpiji 3 Kilogram di Jombang Kosong, Harga Jadi Tak Terkandali Hingga Segini

Namun, ketersediaannya di pasaran justru menjadi persoalan. ’’Harganya memang lebih murah, tapi barangnya jarang ada,’’ tambahnya.

Bumbu dapur dan sayur mayur di Pasar Citra Niaga Rahayu (PCN) juga mengalami lonjakan dalam dua pekan terakhir.

Kenaikan harga terjadi bertahap sejak awal dua minggu lalu. Dipicu oleh pasokan yang tidak lancar dari daerah pemasok.

’’Naiknya tidak langsung tinggi, tapi bertahap. Sudah sekitar dua mingguan ini. Biasanya karena kiriman barang agak seret,’’ kata Rahayu, salah satu pedagang. 

Cabai merah keriting yang sebelumnya Rp 28 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 35 ribu. Sementara cabai merah besar melonjak dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

’’Cabai ini yang paling terasa. Hampir semua jenis naik, terutama yang merah besar. Pembeli biasanya langsung tanya-tanya kenapa mahal,’’ bebernya.

Untuk bawang merah, naik tipis dari Rp 30 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Menanggapi kenaikan harga minyak goreng, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi harga dan distribusi.

Baca Juga: Harga Gabah Tembus Segini, Bikin Petani Utara Brantas Jombang Tersenyum

’’Untuk stok minyak goreng sebenarnya masih aman. Namun, kami akan cek lagi di lapangan terkait kenaikan harga ini,’’ ungkapnya.

Sedangkan terkait kenaikan bumbu dapur, menurutnya masih dalam batas wajar.

’’Memang ada fluktuasi harga bumbu dapur, ada yang naik dan ada yang turun. Kenaikannya juga tidak signifikan,’’ ujarnya.

Baca Juga: Ngenes! Terdampak Banjir, Harga Gabah Petani di Jombang Hanya Laku Segini

Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Disdagrin terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga serta mengantisipasi lonjakan yang berpotensi memberatkan masyarakat.

Selain itu, Anjik juga memastikan ketersediaan stok bumbu dapur di pasaran masih dalam kondisi aman. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

’’Untuk stok bumbu dapur saat ini masih sangat aman,’’ tegasnya.(yan/jif)

Editor : Achmad RW
#minyak goreng #Jombang #bumbu dapur #harga #naik