Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Populasi Ayam Petelur di Kabupaten Jombang Terus Merosot, Ternyata Ini Penyebabnya

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 22 April 2026 | 05:52 WIB
DIPANEN: Salah seorang pekerja tengah memanen telur milik peternak ayam petelur di Desa Wangkalkekpuh, Kecamatan Gudo, Sabtu (13/1).
DIPANEN: Salah seorang pekerja tengah memanen telur milik peternak ayam petelur di Desa Wangkalkekpuh, Kecamatan Gudo, Sabtu (13/1).

 RadarJombang.id – Tren peternakan unggas di Kabupaten Jombang mulai bergeser. Jumlah peternak ayam petelur dilaporkan menurun, seiring anjloknya populasi ayam petelur pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang M. Saleh mengungkapkan, populasi ayam petelur pada 2024 masih berada di angka 798.985 ekor.

Namun, pada 2025 jumlahnya turun cukup signifikan menjadi 659.690 ekor.

Baca Juga: Peternak Ayam Petelur Jombang Terancam Biaya Pakan Tinggi, Jagung Subsidi Jadi Solusi

 ”Penurunan ini tidak lepas dari berkurangnya peternak ayam petelur. Beberapa memilih beralih ke komoditas lain yang dinilai lebih cepat perputarannya,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan ayam pedaging (broiler) yang justru semakin diminati. Selain siklus pemeliharaan yang singkat, permintaan pasar terhadap ayam pedaging juga terus meningkat.

Data dinas mencatat, populasi ayam broiler pada 2024 sebanyak 16.115.633 ekor dan naik menjadi 16.894.967 ekor pada 2025.

Baca Juga: DPRD Jombang Apresiasi Langkah Tegas Pemkab, Hentikan Pembangunan Pabrik Pengolahan Ayam Ilegal

Sementara itu, ayam kampung juga mengalami penurunan, dari 701.273 ekor pada 2024 menjadi 685.903 ekor di 2025.

Namun, penurunan paling terasa terjadi pada sektor ayam petelur karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha peternak.

”Broiler masih mendominasi karena perputaran usaha lebih cepat dan pasarnya jelas. Ini yang membuat sebagian peternak beralih,” jelasnya.

Populasi unggas di Jombang sendiri tersebar di seluruh kecamatan, dengan beberapa wilayah menjadi sentra peternakan.

 Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga keberlangsungan peternak, khususnya ayam petelur.

Dinas Peternakan terus melakukan pembinaan, mulai dari pendampingan teknis hingga pengawasan kesehatan hewan.

Langkah ini diharapkan mampu menahan laju penurunan sekaligus menjaga stabilitas produksi.

”Harapannya peternak tetap bertahan dan populasi unggas bisa kembali stabil,” pungkasnya.(yan/naz)

Editor : Achmad RW
#penyebab #Jombang #Ayam petelur #Merosot