JombangBanget.id - Di tengah modernisasi alat produksi, perajin kacang goreng pasir di Dusun Mlaten, Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno, Jombang tetap mempertahankan cara tradisional.
Metode ini justru menjadi ciri khas yang membuat produknya tetap diminati hingga kini.
Syaifullah, 58, telah menekuni usaha tersebut sejak 1990. Setiap hari, ia memulai produksi sejak subuh hingga menjelang siang.
Baca Juga: Tak Berkutik, Tiga Pengedar Sabu di Jombang Diciduk Polisi, 49 Gram dan Uang Rp 25 Juta Disita
Sebelum digoreng, kacang kulit terlebih dahulu dijemur di halaman rumah hingga benar-benar kering.
Proses ini penting untuk menjaga kualitas rasa dan kerenyahan. Setelah itu, kacang dimasukkan ke dalam wajan besar berisi pasir panas.
”Kita goreng pakai pasir. Produksi mulai setelah subuh sampai sekitar jam 12 siang,” ujar Syaifullah.
Teknik penggorengan menggunakan pasir panas inilah yang menjadi keunikan tersendiri.
Baca Juga: Komplotan Perampok Pasutri di Sumobito Jombang Diringkus Polisi, Dua Eksekutor Masih Buron
Selain menghasilkan kematangan yang merata, cara ini juga memberikan tekstur khas pada kacang. ”Rasa guruh dan renyahnya beda,” bebernya.
Meski tergolong usaha rumahan, proses produksi dilakukan secara konsisten setiap hari.
”Rata-rata memperoduksi sekitar 50 kg per hari. Kalua momen-momen tertentu, seperti Lebaran bisa lebih,” bebernya.
Ketekunan tersebut membuat usaha kacang goreng pasir tetap eksis selama puluhan tahun.
Di tengah persaingan camilan modern, produk tradisional ini tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
Rasa khas dan proses alami menjadi nilai lebih yang sulit tergantikan. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz