JombangBanget.id - Bagi Ardani, Ramadan menjadi bulan berkah bagi usahanya.
Pasalnya, permintaan jidor meningkat tajam. Ya, jika Ramadan semakin dekat, suasana rumah Ardani di Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang ikut berubah.
Bengkel kecil di samping rumahnya mendadak lebih sibuk dari biasanya.
Baca Juga: Belajar dari Sleman, DPRD Jombang Cari Cara Ampuh Genjot PAD dan Dalami Perda Miras
Tumpukan drum bekas, kulit kambing, serta tali pengikat memenuhi sudut ruangan.
Beberapa jidor yang sudah selesai berjajar menunggu dikirim ke pemesan.
Dalam beberapa pekan menjelang bulan puasa, pesanan jidor datang silih berganti.
”Tidak hanya dari Jombang, tetapi juga dari Surabaya, Sidoarjo hingga beberapa daerah di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Empat Tanda Puasa Ramadan Berhasil dan Takwa Meningkat
Ia menyebut, banyak pemesan membeli jidor untuk membangunkan sahur atau digunakan dalam pawai dan perayaan Idul Fitri.
Harga yang ditawarkan bervariasi. Untuk jidor satu sisi, Ardani membanderol sekitar Rp 900 ribu.
Sementara model dua sisi dijual sekitar Rp 1,8 juta, sedangkan versi lengkap bisa mencapai Rp 2 juta per unit.
Meski terlihat seperti usaha rumahan sederhana, perputaran uangnya tidak kecil. Dalam satu musim Ramadan, omzet yang diperoleh Ardani bisa menembus puluhan juta rupiah.
”Alhamdulillah, kalau Ramadan memang paling ramai. Bisa sampai tiga puluh jutaan lebih,” ujarnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz