Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tren Hampers Lebaran Kian Meningkat, UMKM Jombang Panen Pesanan

Achmad RW • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:23 WIB
Menjelang Hari Raya Idulfitri, pesanan hampers dan parcel di Jombang mulai membludak. (Achmad RW/Radar Jombang)
Menjelang Hari Raya Idulfitri, pesanan hampers dan parcel di Jombang mulai membludak. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id — Menjelang Hari Raya Idulfitri, pesanan hampers dan parcel di Jombang mulai membludak.

Tradisi saling berbagi bingkisan saat Lebaran membuat para perajin di Jombang kebanjiran order sejak awal Ramadan.

Salah satunya dialami Riri, 32, warga Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Jombang.

Baca Juga: Murah Meriah! Waterboom Tirta Wisata Jombang Ramai Pengunjung selama Libur Lebaran

Setiap Ramadan, ia bersama suaminya disibukkan dengan produksi hampers dan parcel yang dipesan pelanggan dari berbagai daerah.

“Setiap Ramadan memang selalu ramai. Tahun sebelumnya juga begitu, bahkan sebelum puasa sudah banyak yang pesan,” ujarnya.

Riri menjelaskan, pesanan tahun ini sudah dibuka sejak sebelum Ramadan melalui promosi di media sosial.

Cara tersebut cukup efektif menjangkau pembeli dari luar daerah.

“Biasanya yang pesan tidak hanya dari Jombang. Ada juga dari Malang dan Sidoarjo. Banyak juga instansi seperti bank yang memesan untuk dibagikan ke relasi,” katanya.

Beragam jenis hampers disiapkan, mulai dari paket sembako mini hingga parcel berisi jajanan dan minuman sirup khas Lebaran.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, menyesuaikan isi dan permintaan pembeli.

“Yang paling murah mulai Rp 40 ribu untuk sembako mini. Kalau paket yang isinya jajanan dan sirup biasanya sekitar Rp 110 ribu. Tapi sebenarnya bisa menyesuaikan budget pembeli,” jelasnya.

Dalam sehari, Riri mampu menyelesaikan sekitar 15 hingga 20 paket hampers. Proses pengerjaannya dilakukan sendiri bersama suaminya sejak setelah sahur hingga sore hari.

“Biasanya mulai habis sahur langsung kerja sampai sore. Kalau pesanan lagi banyak ya harus dikejar,” tuturnya.

Meski dikerjakan secara rumahan, omzet yang diperoleh dari usaha musiman ini terbilang besar.

Dalam satu musim Ramadan, nilai penjualan hampers yang ia terima bisa menembus puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Usai Lebaran, Bupati Warsubi Pimpin Apel ASN Pemkab Jombang, Begini Pesan Tegasnya

“Kalau ditotal biasanya bisa di atas Rp 40 juta selama Ramadan,” kata Riri.

Menurutnya, hampers kini tidak hanya menjadi bingkisan Lebaran biasa.

Banyak pelanggan memilihnya sebagai cara praktis untuk berbagi dengan kerabat, teman kerja, hingga relasi bisnis tanpa harus menyiapkan sendiri isi parcel.

Tren tersebut membuat usaha hampers rumahan seperti miliknya terus bertahan dan bahkan berkembang setiap Ramadan. Dengan pesanan yang terus berdatangan, Riri mengaku hampir tidak pernah berhenti merangkai paket hingga mendekati Hari Raya. (riz)

Editor : Ainul Hafidz
#hampers lebaran #banjir pesanan #UMKM #usaha #lebaran #Jombamg