Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Budidaya Alpukat Miki Kian Diminati, Jadi Primadona Baru Petani Wonosalam Jombang

Anggi Fridianto • Kamis, 19 Februari 2026 | 10:15 WIB
DIRAWAT: Sunoto 51, warga Dusun Notorejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang merawat alpukat varietas miki di kebunnya, (18/2).
DIRAWAT: Sunoto 51, warga Dusun Notorejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang merawat alpukat varietas miki di kebunnya, (18/2).

JombangBanget.id - Bumi Wonosalam, Jombang memang tak pernah kehabisan cerita soal potensi alam.

Berada di ketinggian rata-rata 500–600 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan subur di lereng Gunung Anjasmoro itu banyak menghasilkan komoditas pertanian unggulan.

Selain durian dan kopi, salah satu yang mencuri perhatian adalah alpukat miki.

Varietas asal Depok, Jawa Barat ini perlahan menjadi primadona baru petani Wonosalam.

Salah satunya Sunoto, 51, warga Dusun Notorejo, Desa Wonosalam. Di lahan kurang lebih satu hektare miliknya, ia menanam sekitar 150 pohon alpukat miki.

”Kalau miki ini baru tanam satu tahun. Sekitar 150 pohon,” ujarnya.

Usia tanaman memang masih tergolong muda. Belum ada satu pun yang berbuah.

Namun, keyakinan Sunoto tak surut. Ia melihat miki memiliki potensi besar. Jenis buah ini cocok di tanam di Wonosalam.

”Di tempat kami mdpl-nya sekitar 350-an. Itu cocoknya miki. Teman-teman yang sudah nanam juga bilang cocok,” tuturnya.

Menurutnya, keunggulan miki hampir serupa dengan varietas lokal gobang yang lebih dulu dikenal warga Wonosalam.

Tekstur daging tebal dan rasa gurih menjadi daya tarik tersendiri.

Tak heran jika minat warga untuk menanam miki terus bertambah, apalagi sebagian bibit didapat dari bantuan dinas terkait.

Tak hanya soal varietas, cara perawatan juga menjadi perhatian. Sunoto memilih menggunakan pupuk kandang sebagai nutrisi utama tanaman.

”Alasan kami untuk pemulihan tanah, tetap harus pakai pupuk kandang. Ke depan kami ingin pelan-pelan meninggalkan pupuk kimia,” katanya.

Selain itu, ia bersama petani lain mendapat pendampingan dari dinas untuk praktik membuat pupuk hayati atau organik.

Bahan utamanya berasal dari kotoran kambing yang mudah didapat di lingkungan sekitar. ”Iya, murni dari kotoran kambing,” imbuhnya.

Menurut dia, langkah ini tak sekadar menekan biaya produksi, tetapi juga menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Harapannya, kebun alpukat miki di lereng Gunung Anjasmoro kelak tak hanya menghasilkan buah berkualitas, namun juga menjadi contoh pertanian ramah lingkungan.

”Sekarang yang mencoba menanam alpukat miki makin banyak,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#miki #depok #wonderland wonosalam #alpukat #Wonosalam #Jombang #Alpukat Mini #Gunung Anjasmoro #budidaya