JombangBanget.id - Singkong sejak lama menjadi salah satu komoditas andalan warga di kaki lereng Gunung Anjasmoro.
Namun, rendahnya harga jual membuat tanaman umbi-umbian ini kurang dilirik petani.
Kondisi itulah yang memantik kreativitas Suyanto, 46, warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang mengembangkan usaha permen tape.
Sejak 2019, pria yang akrab disapa Yanto itu konsisten mengolah singkong lokal menjadi camilan fermentasi berupa permen tape dengan cita rasa khas.
Inovasi tersebut lahir dari kegelisahannya melihat harga singkong yang tak kunjung membaik.
’’Waktu itu saya prihatin. Harga singkong murah, petani kurang sejahtera. Dari situ muncul ide membuat camilan permen tape berbahan singkong,’’ ujar Suyanto, Selasa (3/2).
Singkong lokal Wonosalam dipilih sebagai bahan baku utama. Selain mudah didapat, kualitasnya dinilai paling cocok untuk menghasilkan tape yang baik.
Suyanto membeli singkong langsung dari petani sekitar dengan harga Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram.
’’Selain ingin memberdayakan petani sekitar, singkong Wonosalam punya karakter yang pas. Hasil tapenya bagus untuk diolah lebih lanjut,’’ jelasnya.
Proses produksi permen tape masih dilakukan secara tradisional. Singkong dicuci bersih, direbus, lalu ditiriskan. Tahap krusial terletak pada proses fermentasi.
Singkong diberi ragi, kemudian ditutup daun talas selama tiga hari dua malam hingga menjadi tape sempurna.
Baca Juga: Huntap Belum Terealisasi, Warga Terdampak Longsor Wonosalam Jombang Masih Bertahan di Huntara
’’Setelah itu tape dicampur gula dan diaduk sekitar 45 menit sampai benar-benar merata. Ketelatenan di tahap ini menentukan rasa,’’ paparnya.
Adonan kemudian didiamkan, dipotong kecil-kecil, dan dikeringkan secara alami tanpa oven. Cara tersebut dipilih untuk menjaga cita rasa asli tape singkong.
’’Cukup diangin-anginkan. Rasanya tetap alami,’’ tambahnya.
Potongan permen tape yang telah kering kemudian dibungkus dengan kemasan menarik untuk meningkatkan nilai jual.
Meski prosesnya terbilang sederhana, Suyanto menegaskan dibutuhkan ketelatenan agar kualitas tetap terjaga.
’’Prosesnya mudah, tapi harus sabar dan telaten,’’ pungkasnya.
Harga Terjangkau, Cocok untuk Oleh-oleh
PERMEN tape bikinan Suyanto, warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang dikemas menarik dalam ukuran 150 gram.
Permen tape juga dijual dengan harga terjangkau dengan harga Rp 10 ribu per bungkus.
"Memang harganya terjangkau. Tapi nilai yang kita dapat dari mengolah singkong ini sudah berlipat-lipat dibanding menjualnya mentah. Ini bukti, dengan sedikit kreativitas, hasil bumi kita punya nilai yang bisa ditingkatkan," pungkasnya.
Pemasaran dilakukan Suyanto dengan cara sederhana, mulai getok tular perorangan, instansi, toko swalayan di Jombang, hingga pusat oleh-oleh Dekranasda.
Penjualan daring juga dilakukan agar permen tape Wonosalam melanglang ke berbagai kota di luar Jawa Timur.
”Pemasaran kita juga dibantu Dekranasda,’’ jelas dia.
Produk permen tape buatan Suyanto cocok dijadikan oleh-oleh khas Jombang. Bahkan, beberapa pelanggan mengaku sering menjadikan buah tangan untuk saudara dari luar kota.
”Ya, sebagian memang dijadikan oleh-oleh. Karena khas sekali dengan produk lokal khususnya dari Wonosalam, Jombang,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz