JombangBanget.id - Produk kerajinan kayu Omah Rayap milik Cokro Retantoko, 32, kian dikenal luas.
Tak hanya diminati pasar lokal Jombang dan sekitarnya, pemasaran produk berbasis limbah kayu itu kini telah menembus luar Pulau Jawa.
Usaha yang dirintis sejak 2014 tersebut awalnya hanya melayani pesanan dari lingkungan sekitar.
Namun, perkembangan media sosial menjadi titik balik perluasan pasar.
Instagram menjadi pintu awal karya-karya Cokro dikenal publik lebih luas. Visual detail dan estetika lukis serta ukir kayu yang diunggah berhasil menarik perhatian calon pembeli.
”Paling jauh pernah kirim sampai Kalimantan,” ujar Cokro.
Tak berhenti di satu platform, ia juga memanfaatkan sejumlah marketplace untuk menjangkau konsumen baru.
Strategi pemasaran digital itu terbukti efektif meningkatkan permintaan. Seiring berjalannya waktu, ragam produk Omah Rayap pun terus berkembang.
”Awalnya hanya lukis kayu, sekarang berkembang jadi ukir foto, backdrop, buket kayu, seserahan, kotak cincin, sampai mahar,” tuturnya.
Segmentasi pasar ikut meluas, mulai dari kado wisuda, pernikahan, hingga kebutuhan souvenir dan cenderamata acara resmi.
Dari sisi harga, produk Omah Rayap dipatok variatif. Lukis kayu ukuran kecil dibanderol mulai Rp 140 ribu.
Ukuran menengah hingga besar berkisar Rp 750 ribu sampai Rp 1,2 juta.
Sementara pesanan khusus dengan tingkat kerumitan tinggi, seperti ukir foto ukuran 1 meter x 1,5 meter, harganya bisa mencapai Rp 7,5 juta.
Dengan permintaan dari berbagai daerah, Cokro kini mampu meraup omzet sekitar Rp 5 juta per bulan.
Angka tersebut terus berpotensi meningkat seiring optimalisasi pemasaran online.
”Yang paling membantu memang promosi di media sosial karena bisa meningkatkan engagement dan kepercayaan pembeli,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz