Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Panen Perdana Setelah Dirundung Masalah, Perumda Panglungan Jombang Tetap Merugi

Anggi Fridianto • Sabtu, 20 Desember 2025 | 22:41 WIB
Tanaman tembakau yang di tanam Perumda Perkebunan Panglungan tumbuh subur di Wonosalam.
Tanaman tembakau yang di tanam Perumda Perkebunan Panglungan tumbuh subur di Wonosalam.

JombangBanget.id – Harapan besar Perumda Perkebunan Panglungan Jombang untuk menjadikan tembakau dan semangka sebagai komoditas unggulan belum terwujud.

Panen perdana di lahan Wonosalam justru diwarnai sederet persoalan, mulai dari harga tembakau anjlok dan keterbatasan pasokan air membuat hasil semangka jauh dari harapan.

Direktur Perumda Perkebunan Panglungan Agus Mujiono menjelaskan, uji coba budidaya tembakau dan semangka tersebut merupakan pengalaman pertama di lahan Panglungan.

”Untuk tanaman tembakau bagus tapi harganya yang sedang jatuh dan murah. Sedangkan untuk semangka juga sudah panen namun hasil kurang maksimal karena masa pertumbuhan kekurangan air,” ujar dia.

Meski hasil panen secara keseluruhan belum menutup biaya produksi, pihaknya menilai program ini tetap memberi dampak positif, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

”Ini memang panen pertama untuk kedua komoditas. Secara hasil belum maksimal, tapi dari sisi pembelajaran budidaya, sudah ada peningkatan khususnya untuk peningkatan SDM kita,” ujar Agus.

Dijelaskan, selain kendala harga jual tembakau yang lesu di pasaran, kendala lain dalam budidaya semangka adalah terbatasnya pasokan air.

Sistem irigasi belum optimal akibat keterbatasan sumber air, sehingga penyiraman masih dilakukan secara manual. ”Kemarin kami menggunakan teknik manual dengan cara disiram,” jelasnya.

Selain itu, harga jual tembakau juga menjadi persoalan. Pada masa panen uji coba, harga daun tembakau basah hanya berkisar Rp 2.000 per kilogram, jauh di bawah harga ideal.

Kondisi ini membuat hasil penjualan belum mampu menutup seluruh biaya produksi.

”Secara hitungan modal memang belum untung. Tapi secara nilai keseluruhan, kami menang di peningkatan SDM. Para pekerja sekarang sudah paham teknik budidaya, mulai dari penggunaan herbisida hingga metode tanam,” ungkap Agus.

Ke depan, Perumda Panglungan berencana melanjutkan uji coba tahap kedua yang bersifat komersial, sekaligus menanam komoditas jagung yang dinilai memiliki masa panen lebih cepat dengan memanfaatkan musim hujan.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Perumda Panglungan secara berkala.

Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian target yang telah disampaikan sebelumnya.

”Hasil sementara kami nilai positif. Salah satu indikatornya adalah hak-hak karyawan sudah terpenuhi dan gaji sudah terbayarkan. Artinya, roda perusahaan masih berjalan,” kata Anas.

Komisi B DPRD Jombang berencana memanggil manajemen Perumda Panglungan guna memastikan perkembangan dan keberlanjutan usaha perkebunan tersebut.

”Kita akan mengawal terus agar bisa menyumbang PAD bagi kabupaten jombang,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Merugi #Tembakau #Jombang #hasil panen #Perumda Panglungan