JombangBanget.id - Pasar produk hasil rajutan tak pernah benar-benar sepi.
Tapi untuk tetap eksis, pelaku usaha harus jeli membaca tren.
Itulah yang dilakukan Yuli Kristiani, 30, perajin rajut asal Desa Sengon, Kecamatan Jombang yang tak pernah berhenti berinovasi.
”Saya selalu sesuaikan dengan selera pasar. Kalau nggak begitu, ya bisa tenggelam,” ujarnya sambil merapikan benang warna pastel di meja kerjanya.
Salah satu jurus andalannya, teknik amigurumi.
Teknik asal Jepang ini memadukan benang rajut dan ring besi untuk membentuk boneka-boneka mungil nan menggemaskan.
”Meskipun sederhana, hasilnya lebih menarik. Anak-anak sekarang suka yang lucu-lucu,” celetuknya.
Yuli tak hanya bermain di teknik, tapi juga peka terhadap tren karakter yang sedang viral.
Boneka rajut ala Labubu, Bunny Line, hingga tokoh-tokoh gemoy lainnya jadi incaran pembeli.
”Yang penting tetap relevan. Kalau tren berubah, saya ikut putar arah,” tambahnya.
Salah satu pelanggan setia, Nur Rahmawati, mengaku jatuh hati pada karya Yuli karena kualitasnya yang beda dari produk pabrikan.
”Lucu dan rapi banget. Benangnya halus, nggak gampang lepas. Saya sudah beberapa kali pesan buat hadiah,” ungkapnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz