JombangBanget.id – Kabar menggembirakan datang dari petani tebu yang tergabung dalam Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Arta Rosan Tijari PG Tjoekir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.
Pasalnya, usai sempat khawatir karena gula hasil giling belum terjual, kini sebagian dari hasil panen akhirnya laku dibeli pedagang.
Ketua KPTR Arta Rosan Tijari PG Tjoekir Alexander Fahd Makarim mengatakan, hingga periode ke-13 atau tepatnya 16 Agustus lalu, gula dari PG Tjoekir mulai laku terjual.
Meski tak disebutkan berapa gula yang terjual untu proses pembayaran dilakukan dalam dua tahap.
”Pembayaran tahap pertama sebesar kurang lebih 26 persen sudah dibayarkan 1 dan 2 September. Rencananya sisa 74 persen akan dibayarkan 8 September atau besok (hari ini). Tapi, kita masih menunggu apakah benar-benar terealisasi,” kata Alex dikonfirmasi, Minggu (7/9).
Meski semula rencananya gula tersebut bakal dibeli pemerintah melalui Danantara, pembeli gula di PG Tjoekir kali ini merupakan para pedagang.
”Kami bersyukur di PG Tjoekir sudah ada yang beli. Tapi di tempat lain, bahkan dua minggu lalu masih ada sekitar 31.000 ton gula yang belum laku. Informasinya, dari total 80 ribu ton gula secara nasional, baru sekitar 40 ribu ton yang terjual. Jadi baru setengahnya saja,” imbuh dia.
Pelelangan gula untuk periode selanjutnya atau ke-14, 15, dan 16 baru akan dilakukan jika pembayaran periode ke tujuh hingga 13 telah diselesaikan 100 persen.
”Jadi untuk periode 14 dan 15 saja, ada sekitar 1.300 ton gula yang siap dilelang. Tapi syaratnya, pembayaran untuk periode sebelumnya harus sudah lunas,” imbuh dia.
Situasi ini disebut Alexa sebagai hal baru yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
”Selama lima tahun terakhir ini lancar-lancar saja. Baru tahun ini sampai ada gula yang tidak laku,” ujar Alex.
Meski begitu, para petani masih menyimpan harapan besar agar seluruh gula hasil panen tahun ini bisa segera laku terjual. Pemjuga bisa lebih cepat dilakukan.
”Harapan kami tentu gula bisa cepat laku, pembayaran lancar, karena ini menyangkut kelangsungan hidup petani. Alhamdulillah, di PG Tjoekir sudah mulai terjual,” kata Alex.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 4 ribu ton gula milik petani tebu di Jombang hingga kini masih menumpuk di gudang Pabrik Gula (PG) Tjoekir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.
Pasalnya, petani kesulitan menjual gula. Meski sudah enam kali dilelang, hingga kini belum ada yang membeli.
General Manajer PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali menjelaskan, kondisi ini cukup memprihatinkan dan sempat memicu kekhawatiran dari petani.
”Jadi begini, untuk PG Tjoekir ini ada gula petani yang belum terjual sejak satu setengah bulan lalu. Jumlahnya kurang lebih hampir 4 ribu ton,” kata Aziz dikonfirmasi, Senin (25/8).
Padahal, sudah dilakukan lelang hingga enam kali.
”Sudah kita lelang enam kali, tapi belum juga ada yang menawar,” imbuh dia. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz