Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tas Hajatan ala Budugsidorejo Sumobito Jombang, Souvenir Merakyat, Cuan Mengalir Deras

Ainul Hafidz • Senin, 4 Agustus 2025 | 17:21 WIB
DIKEMAS: Tas hajatan buatan warga Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito Jombang masih setengah jadi siap untuk dijahit.
DIKEMAS: Tas hajatan buatan warga Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito Jombang masih setengah jadi siap untuk dijahit.

JombangBanget.id – Di tengah desa yang tenang di Kecamatan Sumobito, terdapat sebuah usaha yang telah berkembang, membawa angin segar bagi perekonomian lokal.

Didin Hari Prasetyo, seorang perajin tas souvenir atau tas hajatan asal Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo sejak awal bertekad untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui kerajinan tas hajatan.

Awal mula perjalanan bisnis tas hajatan ini tidaklah mudah. Didin mengungkapkan, sebelum memulai usaha sendiri, ia sempat bekerja dengan seorang perajin lain.

Dengan modal yang cukup, ia akhirnya berani membuka usaha sendiri.

”Dulu saya mulai dengan ikut orang, Mbak Nita. Saya bagian potong bahannya. Setelah itu, saya dapat modal sedikit dan akhirnya 2016 bisa buka usaha sendiri,” ujar Didin kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Proses pembuatan tas hajatan yang dilakukan Didin cukup unik dan melibatkan banyak tenaga kerja lokal.

Semua dimulai dari lembaran kain spone bon masih berbentuk rol besar. Kain tersebut dipotong sesuai ukuran, lalu disablon dengan motif tertentu.

Setelah disablon, kain dijemur selama dua hingga tiga hari agar kering sempurna.

”Setelah kering, kain-kain ini kami kirim ke rumah-rumah penjahit yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar desa. Mereka tinggal menjahit tas di rumah masing-masing karena bahannya siap pakai, mulai dari kain, benang, hingga plastik,” imbuh lelaki berusia 35 tahun ini.

Salah satu keunikan dari usaha ini, yakni memberdayakan masyarakat sekitar.

Dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga sebagai penjahit, usaha ini tidak hanya memberikan pekerjaan.

Baca Juga: Disnaker Jombang Tekan Angka Pengangguran, Gelar Pelatihan Jahit Tas Hajatan di Desa Jatibanjar Ploso

Tetapi juga meningkatkan ekonomi keluarga di Dusun Sidokampir.

”Pekerjaan ini tidak hanya memberikan penghasilan bagi saya, tapi juga membuka peluang bagi tetangga untuk bekerja. Kebanyakan ibu-ibu di sini bisa membantu ekonomi rumah tangga mereka dengan menjahit tas di rumah,” tambah Didin.

Tas hajatan yang dihasilkan tidak hanya dijual di pasar lokal. Tetapi juga telah menembus pasar luar Jombang.

Pelanggan tetap Didin tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur.

Seperti Ponorogo, Madiun, dan Blitar. Terkadang, ada pula pesanan khusus dengan jumlah yang lebih besar, yang harus diproduksi dalam waktu tertentu.

Dalam sehari, Didin mampu memproduksi sekitar 250 lusin tas.

Tergantung tingkat kesulitan desain dan model. Untuk pesanan yang lebih mudah, tanpa sablon, produksinya bisa mencapai 500 lusin per hari.

Hal ini membuat usaha kerajinan tasnya cukup fleksibel dalam memenuhi permintaan pasar yang beragam.

”Alhamdulillah, kami sudah punya pelanggan tetap, bahkan ada PO yang datang satu atau dua minggu sebelumnya,” ujar Didin.

Harga tas souvenir yang dihasilkan bervariasi, tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaannya.

Tas yang paling sederhana, berukuran 18 sentimeter persegi tanpa sablon dihargai Rp 9.000 per lusin.

”Sementara tas dengan motif dan bahan kain yang lebih tebal, ukuran 22 sentimeter persegi Rp 24.000 per lusin,” sebut dia.

Dengan harga yang terjangkau, produk tas souvenir ini sangat diminati oleh berbagai kalangan, baik untuk acara hajatan, sebagai souvenir, atau untuk keperluan lainnya.

”Semoga usaha ini terus berkembang dan lebih banyak lagi ibu-ibu rumah tangga yang bisa terbantu dengan pekerjaan ini. Saya juga ingin memperkenalkan tas-tas buatan Budugsidorejo ke pasar yang lebih luas lagi,” kata Didin. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tas #Sumobito #hajatan #Jombang #Penjahit #Pembuatan #budugsidorejo #parcel