JombangBanget.id – Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam, Jombang fokus pemulihan keuangan perusahaan.
Permasalahan tunggakan gaji karyawan kini sudah lunas.
Perusahaan milik Pemkab Jombang kini mulai mengembangkan komoditas tembakau dan semangka guna mendongkrak pendapatan.
Direktur Perumda Perkebunan Panglungan Agus Mujiono menjelaskan, permasalahan tunggakan gaji karyawan sudah berhasil dibayar dari hasil penjualan komoditas cengkeh dan kopi.
”Pesan Abah Bupati, gaji pegawai harus diutamakan. Meskipun hasil panen tidak maksimal dan di bawah standar, namun tetap mencukupi karena pengeluaran perusahaan berhasil ditekan secara signifikan,” ujar dia.
Ia menyebut, penjualan hasil panen dilakukan langsung kepada pemroses tanpa melalui perantara, sehingga harga jualnya lebih baik.
Di sisi lain, pihaknya mulai bergerak pascamasa panen dengan menanam kembali komoditas baru di lahan Panglungan.
Pihaknya memilih menanam tembakau dan semangka sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan.
”Langkah pertama adalah efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, penanaman kembali kami arahkan ke pola agroforestri terpadu dengan pendekatan blocking system,” papar dia.
Menurut dia, semangka adalah komoditas strategis dengan siklus cepat dan nilai jual stabil.
”Ini penting untuk memulihkan keuangan Panglungan sekaligus mendongkrak PAD,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Benahi Menajemen Perumda Perkebunan Panglungan, Evaluasi Kerja Sama Komoditas Sengon
Sementara komoditas tembakau dipilih, lanjut Mujiono, selain dinilai adaptif dengan kondisi lahan Panglungan, tembakau juga punya peluang pasar yang jelas.
Sementara semangka menjadi tanaman sela untuk memaksimalkan potensi lahan dan tenaga kerja.
”Kami tidak mau lahan tidur. Setiap jengkal harus menghasilkan. Dengan pola blocking system, lahan bisa dibagi sesuai karakter tanaman, sehingga risiko gagal panen bisa ditekan dan diversifikasi tetap jalan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz