Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tren Positif Investasi di Jombang, Tahun 2024 Capai Rp 2,1 Triliun, Sektor Ini Sumbernya

Anggi Fridianto • Jumat, 20 Juni 2025 | 00:23 WIB
Ilustrasi investasi.
Ilustrasi investasi.

JombangBanget.id – Geliat investasi di Kabupaten Jombang terus menunjukkan tren positif setiap tahun.

Akumulasi per 2024, total nilai investasi mencapai Rp 2,1 triliun.

Pemkab Jombang menarget tahun ini dapat naik seiring bertambahnya investor yang datang ke Jombang.

Data yang dihimpun dari sambang.jombangkab.go.id, investasi di Kabupaten Jombang dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan.

Berturut-turut nilai investasi pada 2021 sebesar Rp 1,5 triliun, pada 2022 mencapai Rp 2,3 triliun, dan berlanjut pada 2023 naik mencapai angka Rp 2,4 triliun, dan pada 2024 di angka Rp 2,1 triliun.

Angka investasi tersebut bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun dari investasi Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

”Insya Allah tren investasi naik setiap tahun,” terang Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Wor Windari, Selasa (17/6).

Hanya saja, ia tak menampik jika berdasarkan data investasi 2024 yang dipaparkan di website sambang.jombangkab.go.id secara kumulatif mengalami penurunan dibandingkan nilai investasi pada 2023.

Menurut dia, hal itu dikarenakan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di sistem (Online Single Submission) pada sektor Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) tidak lagi dimasukkan sejak 2024.

”Kalau sebelum 2023 memang dimasukkan, tapi sejak 2024 ini tidak dimasukkan sehingga akumulasinya terlihat lebih rendah,’’ jelas dia.

Padahal, lanjut dia, jika nilai investasi dari izin usaha mikro kecil (IUMK) turut dimasukkan, ia yakin nilai investasi akan lebih tinggi.

Baca Juga: Mengoptimalkan Potensi Ekonomi di Bulan Ramadan: Refleksi dan Investasi

”Jadi data itu, kita kan narik dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan kondisinya sesuai itu. Tapi kalau data rill nilai investasi di Jombang tentu naik,’’ papar dia.

Disinggung terkait geliat investasi di triwulan ke-II pada Juni 2025 ini, Wor menyebut laporannya belum keluar.

”Ini masih pertengahan Juni, jadi belum, tapi optimistis trennya akan terus naik,” tandasnya.

Senada, Sekdakab Jombang Agus Purnomo optimitis tren investasi di Jombang terus meningkat lantaran didukung beberapa faktor.

Pertama, dengan banyaknya investor yang masuk, kedua semakin tertibnya para pelaku usaha untuk melaporkan ke LKPM serta dari upaya yang dilakukan Pemkab Jombang untuk menarik investor di Jombang.

”Termasuk upaya kita untuk promosi potensi yang ada di Jombang ke beberapa daerah. Sehingga investor menjadi tertarik untuk berinvestasi di Jombang,’’ terangnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga terus mendorong para pelaku usaha untuk melaporkan nilai ivestasinya ke LKPM di OSS.

Dengan begitu, pemkab bisa melakukan monitoring sekaligus melakukan pendampingan terkait investasi.

”Ya kami juga rutin melakukan pendampingan dan fasilitais kepada pemilik usaha,” papar dia. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #angka #Sektor #Jombang #investasi #iklim investasi