JombangBanget.id - Selain perawatan mudah, budi daya sayuran organik juga bisa menghemat pengeluaran warga.
Jainun, 45, ketua Kelompok Tani Pucangrejo Barat, Desa/Kecamatan Wonosalam mengatakan, banyak keuntungan menekuni budi daya sayuran organik, salah satunya menghemat belanja.
”Belanja sehari Rp 30 ribu misalnya, jika budi daya sendiri bisa lebih hemat dan sehat,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, (21/5).
Ia mengatakan, sayur organik bisa dipanen secara berkala. Setiap hari dapat meminimalisir kebutuhan makan sehari-hari.
”Hanya tinggal beli lauk saja,’’ tambahnya.
Tak jarang, lanjut dia, warga juga menjual hasil budi daya sayuran organik jika hasil panen melimpah.
Seperti tanaman terong misalnya, usai berumur 1 bulan maka bisa dipanen terus selama 3 bulan.
Tentu jika dikonsumsi sendiri membuat warga bosan.
”Sehingga kadang kita titipkan ke pedagang sayur yang keliling untuk tambah pendapatan,’’ pungkasnya.
Jainun mulai membudidayakan sayur organik sejak 2024 lalu.
Keterampilan membudidayakan sayuran organik ia dapatkan setelah mengikuti pelatihan budi daya sayur organik dari dinas pertanian.
Baca Juga: Warga Jombang Ini Berbagi Pengalaman Cara Mudah Budi Daya Ikan Guppy
”Awalnya kita diajarkan membuat media benih, menanam serta mengatasi hama dan penyakit dalam budi daya tanaman organik,” terangnya.
Setelah mengikuti pelatihan, ia pun mencoba menerapkannya di rumah. Ia memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk budi daya sayuran organik.
”Kemudian sampai sekarang berkembang dan jadi andalan kami,” ujar dia (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz