JombangBanget.id – Jelang Idul Adha jasa salon kambing di Jombang diminati.
Salah satunya milik Muhammad Yasin, 35, warga Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben.
Jasa salon yang dibuka kini laris manis didatangi penjual dan pemilik kambing.
Mereka merapikan bulu dan kuku kambingnya.
Beberapa pedagang kambing bergiliran mengunjungi kandang milik Yasin, Sabtu (17/5) siang.
Mereka membawa kambing jenis gibas yang berbulu lebat dan kotor. Kambing itu, kemudian dibawa ke kandang khusus dan proses salon dimulai.
Menggunakan sebuah alat cukur yang sudah dimodifikasi, Yasin dengan telaten merapikan bulu-bulu kambing.
Ia menghilangkan bulu-bulu tebal atau bulu yang telah membentuk seperti rambut gimbal hingga kembali pendek dan rapi.
”Ya begini ini kalau menjelang Idul Adha, makin banyak pedagang ataupun warga yang datang membersihkan bulu kambingnya,” terang Yasin.
Bak salon pada umumnya, di kandang miliknya ia juga memberi layanan lebih pada kambing yang di-makeover itu. Yakni layanan potong kuku.
”Jadi layanannya memang dua, pertama potong bulu, kedua diberi bonus potong kukunya juga,” ungkapnya.
Baca Juga: Upaya Pererat Kerukunan Antarwarga, Pemdes Gedangan Jombang Gelar Takbir Rayakan Malam Idul Adha
Jika hari-hari biasa hanya melayani dua hingga lima ekor kambing, mendekati Idul Adha jumlahnya bertambah berkali-kali lipat.
”Kalau makin dekat Idul Adha begini biasanya sehari bisa 20-30 ekor kambing yang dipotong bulunya,” lontarnya.
Ia, juga mengenakan harga yang cenderung ramah di kantong untuk layanan uniknya itu.
Untuk layanan potong bulu dan potong kuku, Yasin hanya mematok harga Rp 10 ribu per-ekor kambing.
”Kalau yang datang biasanya memang sudah langganan, rata-rata sekitar Tembelang dan utara Brantas juga. Jadi, masih di wilayah Jombang saja sementara ini,” pungkasnya.
Bisa Naikkan Harga Jual Kambing
JASA salon kambing milik Muhammad Yasin di Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, Jombang cukup unik.
Banyak pelanggannya mengaku, dengan membawanya ke salon, bisa membuat harga jual kambing jadi lebih bagus dan laku.
Hal itu, diungkapkan Miftahul Ulum, 38, pedagang kambing asal Kecamatan Plandaan yang menyebut sudah langganan membawa kambingnya ke salon milik Yasin.
”Sengaja dibawa ke sini memang, karena bulunya tebal, kotor, sehingga harus dibersihkan,” kata Ulum.
Siang itu, ia membawa dua ekor kambingnya ke salon kambing milik Yasin untuk di-makeover.
”Hari ini dua kambing, tapi rencananya yang mau dibawa lagi ada beberapa ke sini nantinya juga,” lontarnya.
Menurut Ulum, jasa pembersihan bulu kambing seperti yang dilakukan Yasin itu cukup penting.
Karena dengan penampilan kambing yang bersih dan rapi, membuat pembeli akan lebih tertarik.
”Ya memang biar bersih, terlihat lebih sehat juga, jadi harganya kan juga bagus, pembeli juga senang,” lontarnya.
Yasin, juga mengakui banyak pelanggannya yang datang memang dengan alasan yang sama.
Kambing kurban yang bersih, dinilai banyak pedagang akan cenderung lebih dipilih pembeli.
”Kalau yang datang memang ngomongnya begitu, mereka sengaja datang supaya kambingnya bersih dan lebih gampang laku nantinya,” ujar Yasin. (riz/fid)
Editor : Ainul Hafidz