JombangBanget.id - Bagi Pujiono Heru Santoso, 49, warga Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Jombang, produk telur puyuh asin asap buatannya itu bukan sekadar cara untuk mendapatkan cuan.
Usaha itu juga jadi salah satu strateginya mengembangkan usaha peternakan buruh puyuh agar terus berkembang.
”Saya baru merintis peternakan burung puyuh sekitar enam bulanan,” jelasnya.
Ia memanfaatkan halaman belakang rumahnya untuk ternak burung puyuh.
Di kandangnya ini, ada 800 ekor burung puyuh yang ia pelihara dan bertelur setiap harinya. ”Kalau produksi telur setiap harinya paling tidak sekitar 600 butir,” lontarnya.
Selama tiga bulan awal, ia hanya menjual telurnya itu dalam kondisi mentah. Hasilnya belum memuaskan jika dihitung dengan modal serta biaya perawatan.
”Akhirnya saya buat telur puyuh asin asap, omzet saya naik,” imbuhnya.
Jika dijual mentah, harga telur telur puyuh hanya sekitar Rp 34 ribu per kilogramnya.
Namun setelah mengembangkan produk telur puyuh asin asap, pendapatannya meningkat tajam.
”Kalau sudah diolah bisa sampai Rp 60 ribu tiap satu kilogramnya, meskipun memang butuh waktu dan tenaga tambahan, tapi hasilnya lumayan,” lontarnya.
Karena itu, ia mengaku akan terus mengembangkan usaha barunya itu.
Terlebih, dari pemasaran yang kini dilakukannya, telur puyuh asin asap buatannya itu laris manis dan banyak diminati.
”Banyak yang minat, produksi sehari bisa sampai 100 kotak. Tiap kotak isinya 20 butir, dan sistemnya masih PO untuk saat ini,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz