Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Petani Wonosalam Jombang Berbagi Tips agar Durian Premium Bisa Cepat Berbuah dan Berkualitas, Begini Tekniknya

Anggi Fridianto • Kamis, 10 April 2025 | 14:27 WIB
DIRAWAT: Zaenal Arifin, warga Desa/Kecamatan Wonosalam saat merawat durian jenis premium di kebunnya, (9/4).
DIRAWAT: Zaenal Arifin, warga Desa/Kecamatan Wonosalam saat merawat durian jenis premium di kebunnya, (9/4).

JombangBanget.id – Wonosalam, Jombang dikenal sebagai daerah penghasil durian, salah satu yang terkenal, yakni durian bido.

Seolah tak mau berpuas diri, saat ini petani yang tinggal di lereng kaki Gunung Anjasmoro, Jombang ini tengah gencar membudidayakan durian jenis premium.

Di antaranya durian musangking, bawor, simas, dan durian duri hitam. Selain banyak diminati pembeli, harga jual di pasaran juga tinggi.

Salah satunya dilakukan Zaenal Arifin, warga Desa/Kecamatan Wonosalam. Ia sudah mulai membudidayakan durian jenis premium sejak tiga tahun lalu.

”Di lahan saya seluas 2 hektare, ada durian premium sekitar 100 pohon dengan beberapa jenis,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia mengatakan, beberapa durian premium yang ditanam misalnya musangking, bawor, duri hitam, simas hingga montong.

”Sisanya lokal karena tanaman lama,” tambahnya.

Menurutnya, prospek budi daya durian jenis premium dirasa lebih menjanjikan.

Pasalnya, selain banyak diminati pembeli, harga jual juga lebih tinggi.

Misalnya, musangking yang harganya mencapai Rp 300 ribu per kilogram, durian bawor yang mencapai 200 ribu per buah maupun durian duri hitam yang kini banyak diburu pecinta durian dari berbagai daerah.

”Begitu juga jenis simas dan montong yang memiliki penggemar tersendiri,’’ jelas dia.

Baca Juga: Cari Durian Masak di Pohon? Kebun di Wonosalam Jombang Ini Jadi Solusi, Pengunjung Bisa Langsung Petik

Untuk membudidayakan durian jenis premium, petani juga sudah mahir. Salah satunya menerapkan metode sambung batang.

Ia mengaku, jika menanam durian menggunakan bibit awal, tentu akan lama menunggu berbuah.

Dengan begitu, buah durian akan lebih cepat produksi. Jika durian pada umumnya menghasilkan buah pertama pada tahun kelima, maka dengan teknik sambung batang bisa lebih cepat 2 tahun.

”Tahun ketiga bisa berbuah,’’ jelas dia.

Namun demikian, penting diperhatikan, yakni memilih batang bawah yang unggul.

”Kebanyakan petani megandalkan teknik sambung. Jadi batang bawah durian lokal, kemudian sambungan atas menggunakan jenis premium,’’ jelas dia.

Untuk perawatan durian jenis premium juga sama dengan perawatan durian pada umumnya.

”Asalkan telaten dalam merawat. Misalnya rutin melakukan pruning, hingga memberi pupuk secara tepat waktu,’’ tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang.

Di lahannya seluas 3.300 meter persegi, ia menanam beberapa durian jenis bawor.

”Jenis bawor ini semakin diminati. Ini baru saya tanam 3 tahun dan sudah berbuah lebat,’’ ujar dia.

Selain perawatan sama, salah satu alasan petani wonosalam memilih budi daya durian premium karena nilai ekonomis tinggi.

”Ya, tentu nilai jual lebih tinggi. Sehingga, lebih tertarik untuk menanam,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#berkualitas #Trik #berbuah #durian #Wonosalam #Jombang #tips #Petani Durian