Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Waduh, Harga Jagung di Jombang Merosot Tajam, Segini Per Kilogramnya

Ainul Hafidz • Senin, 11 November 2024 | 21:48 WIB
DIJEMUR: Warga Desa Sembung, Kecamatan Perak, Jombang, menjemur jagung pipilan kering.
DIJEMUR: Warga Desa Sembung, Kecamatan Perak, Jombang, menjemur jagung pipilan kering.

JombangBanget.id – Harga jual jagung tingkat petani di Jombang saat panen raya anjlok.

Untuk jagung basah kini hanya Rp 3.100 per kilogram.

Sementara jagung pipilan kering Rp 4.200 per kilogram.

Harga kali ini berbeda jauh dengan tahun sebelumnya bertahan di angka Rp 5.300 per kilogramnya. Kondisi dikeluhkan petani.

Sulis, salah satu petani di Desa Sembung, Kecamatan Perak mengeluhkan anjloknya harga jual jagung musim ini. Pasalnya, anjloknya harga jagung sangat signifikan.

”Sekarang harga jual jagung jatuh, jagung basah per kilo cuma dihargai Rp 3.100,” terangnya.

Dengan harga jual segitu, lanjut Sulis, tentu sangat merugikan petani.

Pasalnya, hasil yang didapat tidak sesuai dengan tingginya biaya operasional yang dikeluarkan.

Biasanya jagungnya dijual ke penebas. Hitungannya luas 1.400 meter persegi atau sawah banon 100 tahun lalu hampir Rp 5 juta, sekarang Rp 2,7 juta.

”Jelas rugi kalau harganya segitu,” kata Sulis.

Hal senada diungkapkan Mahrul, petani asal Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak.

Baca Juga: Awal Panen, Petani di Jombang Mengeluh Harga Jagung Jatuh Jadi Segini

Ia mengeluhkan anjloknya harga jual jagung saat musim panen. ”Untuk jagung basah Rp 3.100 per kilogram, dua minggu lalu masih Rp 4.000 per kilogram,” ujar Mahrul.

Begitu juga dengan harga jual jagung pipilan kering, menurut dia, juga tak jauh berbeda.

”Sekarang Rp 4.200 per kilogram, sebelumnya masih Rp 4.800 per kilogram (jagung pipilan),” tutur dia.

Harga itu jauh berbeda dengan panen tahun sebelumnya. Karena hingga akhir panen raya kala itu bertahan hingga di angka Rp 5.000 per kilogram.

”Pipilan kering tahun lalu sampai Rp 6.000 per kilogram,” ujar Mahrul.

Anjloknya harga jual jagung membuat petani kecewa. Ia berharap pemerintah bisa mencarikan selusi konkret untuk petani.

”Kasihan petani kalau seperti ini. Pas panen raya, harga malah anjlok, padahal semua mahal, obat-obatan mahal, pupuk juga mahal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony menjelaskan, luas tanam jagung sejak Januari hingga November di Kabupaten Jombang seluas 33.444 hektare. Sementara luas panen hingga saat ini 23.076 hektare.

”November ini puncak panen raya dan diperkirakan luas panen 9.000 hektare,” ujar Rony.

Diakui, harga jual di tingkat petani tahun ini turun. Berdasarkan keterangan diterima, penurunan harga jual jagung cukup signifikan.

”Untuk harga pipilan kering November 2023 lalu Rp 5.300 per kilogram, sedangkan saat ini Rp 4.500 per kilogram,” imbuh dia.

Kendati begitu, pihaknya sejak Agustus lalu sudah melakukan koordinasi dengan Bulog. Harapannya, menyerap hasil panen petani.

”Bulog membuka harga Rp 5.000 per kilogram dengan kadar air 17 persen. Kesulitan petani sekarang untuk proses pengeringan hingga kadar air 17 persen harus menggunakan dryer,” kata Rony. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#jagung #panen #Jombang #anjlok #harga #Merosot #turun #Petani