JombangBanget.id - Salah satu ciri khas salak pondoh yang dibudidayakan Zaenal Arifin, warga Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang, adalah buahnya yang segar dan tidak mudah busuk.
Ini setelah, dirinya konsisten menggunakan pupuk bokasi dari kotoran ternaknya.
”Ya, sejak awal saya konsisten menggunakan pupuk bokasi. Selain lebih hemat karena tidak perlu merogoh kocek untuk membeli pupuk kimia, dari segi pemanfaatan juga ramah lingkungan,’’ ujar dia Zaenal kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Baca Juga: Penen Melimpah, Segini Harga Ketela Pohon di Tingkat Petani Wonosalam Jombang
Zaenal menyampaikan, dari segi kualitas, buah yang memanfaatkan pupuk bokasi lebih segar dan tidak mudah busuk.
Bahkan, sebagian pelanggan mengaku jika salak hasil budi daya kebun Zaenal segarnya lebih tahan lama dibandingkan salak yang dijual di pasaran.
”Kalau pakai pupuk kimia, memang lebih cepat panen. Tapi buahnya cepat busuk,’’ tandasnya.
Dalam memasarkan buahnya, Zaenal lebih sering menjual di depan rumahnya yang berada di pinggir jalan raya Wonosalam.
”Saya jual sendiri, karena sebagian pengunjung juga ada yang ingin memetik langsung dari kebun,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz