JombangBanget.id - Kelangkaan elpiji 3 kilogram tak hanya dirasakan warga di Jombang kota.
Warga di Kecamatan Megaluh, Jombang juga merasakan sulitnya mencari gas elpiji melon.
Salah satunya dirasakan Rohman, 40, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, Jombang.
Kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar sebulan terakhir.
”Sulit, ini tadi pagi gas habis nyari juga harus muter desa, itupun tinggal satu,” ungkap Rohman kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (19/9).
Menurutnya, sekitar sebulan belakangan elpiji 3 kilogram memang makin sulit dicari.
”Kalau harganya masih sekitar Rp 18 ribu sampai Rp 19 ribu,” lontarnya.
Bahkan, pangkalan di desa setempat yang juga jadi jujukan warga, kini juga mengalami kekosongan.
”Di pangkalan kosong, jarang ada stok juga,” lontarnya.
Kondisi itu juga diakui pemilik pangkalan elpiji di Desa Sidomulyo Prihatma, 32.
Ia menyebut sudah sebulan belakangan ini ia tak pernah bisa punya stok aman elpiji.
”Habis terus setiap hari, kiriman memang masih tetap stabil, tapi permintaannya yang terlalu banyak,” lontarnya.
Ia menyebut, setiap hari biasa mendapatkan kiriman 70 tabung elpiji 3 kilogram.
Namun jumlah itu masih sangat kurang.
”Ini buat desa saya saja tidak cukup, apalagi kalau buat desa sebelah, padahal biasanya ini juga dikirim ke beberapa desa sekitar sini,” imbuhnya.
Ditambah, karena adanya libur panjang, pengiriman elpiji pun sempat terganggu.
”Sudah dua tahun belakangan ini memang setiap libur tanggal merah pengiriman libur dari agen, jadi ya tidak datang seperti biasa,” ungkapnya.
Ia menyebut, kebutuhan yang sangat tinggi itu memang terjadi untuk kebutuhan pertanian.
”Kalau yang beli sih ngomongnya kebanyakan masuk sawah, karena diesel banyak yang pakai elpiji sekarang,” lontarnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz