Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ini Jurus Jitu Perumda Aneka Usaha Seger Jombang Kendalikan Harga Bahan Pokok di Pasaran

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 19 Agustus 2024 | 14:57 WIB
TELADAN: Direktur Perumda Aneka Usaha Seger, Mohammad Nasir.
TELADAN: Direktur Perumda Aneka Usaha Seger, Mohammad Nasir.

JombangBanget.id - Kolaborasi PT BPR Bank Jombang Perseroda disambut baik Perumda Aneka Usaha Seger.

Sebagai langkah, pihaknya membantu melakukan penyaluran dan pembinaan untuk pedagang.

Direktur Perumda Aneka Usaha Seger, Mohammad Nasir menjelaskan, sudah memiliki jurus jitu untuk mengintervensi kenaikan harga minyak goreng.

Salah satunya, melakukan akuisisi salah satu kios atau lapak di Pasar Pon.

”Akuisisi atau pembinaan sudah kami lakukan di salah satu lapak yang ada di Pasar Pon. Di sanalah pencatatan harga-harga kebutuhan pokok kami lakukan,” ujarnya.

Untuk subsidi yang diberikan pada komoditas minyak goreng dilakukan Bank Jombang.

Sementara pihaknya bertugas penyaluran kepada masyarakat.

”Jadi kami domainnya lebih ke arah penyaluran kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.

Sebagai contoh, saat ini harga minyak goreng di pasaran tertera antara Rp 16.500 hingga Rp 17.000 per liter.

Bank Jombang mengeluarkan subsidi. Sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga Rp 15.000 per liter.

”Di kios kami masyarakat hanya membelinya di harga Rp. 15.000 per liter, setelah ada subsidi yang dikeluarkan oleh Bank Jombang,” bebernya.

Baca Juga: Anggaran Penyertaan Modal Perumda Aneka Usaha Seger Tak Terserap, Begini Respons Pemkab

Meski demikian, menurut Nasir, pemerintah bakal menetapkan HET minyak goreng di angka Rp 15.700 per liter.

Harga itu, belum termasuk biaya distribusi dan lain-lain.

”Tapi sekarang belum ditetapkan, sehingga produsen juga menunggu yang berdampak pada proses distribusi dan produksi,” katanya.

Naiknya harga minyak goreng masih menurut Nasir, disebabkan banyak hal. Salah satu di antaranya daya distribusi terbatas.

Baca Juga: Alokasi Penyertaan Modal Perumda Aneka Usaha Seger Jombang Rp 3,7 Miliar Tak Terserap, Ini Penyebabnya

Sehingga opsi menaikkan harga dilakukan distributor penyalur.

”Daya angkut distribusi minyak goreng memang terbatas. Sehingga distributor penyalur harus menambahkan biaya ekstra, dampaknya akan ke HET,” tutur Nasir.

Nasir optimistis, adanya intervensi itu bakal berdampak signifikan ke masyarakat.

Sebab, harga di kios relatif terjangkau. Dengan kondisi tersebut, gejolak yang biasanya muncul bisa dihindari.

”Patokan kami di Indeks Perkembangan Harga (IPH) harus bisa di angka nol rupiah. Saat ini bisa kami pastikan jika harganya relatif stabil di pasaran, sehingga gejolak yang biasanya muncul turut pula dapat diredam,” pungkas Nasir. (yan/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#pedagang #perumda #Aneka Usaha Seger #subsidi #Pasar Pon #Bank Jombang #minyak goreng #Jombang #kolaborasi