Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Harga Jual Tinggi, Petani Tembakau Utara Brantas Jombang Semringah, Segini Per Kilogramnya

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:38 WIB
DIPANEN: Petani tembakau di utara Brantas Jombang semringah, karena harga jual tinggi.
DIPANEN: Petani tembakau di utara Brantas Jombang semringah, karena harga jual tinggi.

JombangBanget.id – Petani tembakau di wilayah utara Brantas, Jombang bisa semringah.

Pasalnya, dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini harga jual tembakau lebih tinggi.

Per kilogram tembakau biasa kering tembus Rp 40 ribu.

Pantauan di Dusun/Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Jombang tampak sejumlah petani sibuk memanen tembakau.

Suyanto, 58, salah satu petani tembakau mengaku bersyukur, pada musim panen raya tembakau kali ini harga jual tembakau naik.

Di musim panen yang sama tahun lalu, harga jual tembakau kering sekitar Rp 35 ribu per kilogram.

Kini, naik di kisaran Rp 40 ribu per kg. ”Ini masih yang biasa kita panen, belum yang super,” terangnya.

Namun untuk mendapatkan harga jual Rp 40 ribu per kilogram, petani harus menjemur di bawah terik matahari hingga benar-benar kering.

Para tengkulak biasanya akan melihat tingkat kekeringan tembakau petani.

”Jadi harus benar-benar kering. Prosesnya membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan untuk kering, apalagi di cuaca yang tidak menentu seperti ini,” jelasnya.

Di sawahnya seluas 1.800 m2, Suyanto bisa menghasilkan sekitar 2 ton dalam sekali panen.

Dalam satu batang biasanya paling banyak bisa dipanen hingga tiga kali.

”Usai dipanen, pohon kita cabuti karena nanti musim hujan, kita tidak bisa menanam tembakau lagi, melainkan ganti padi atau jagung,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Nurul petani lainnya. Ia mengaku rata-rata petani di wilayah utara Brantas, khususnya Kabuh menjual kering.

”Karena kalau kering lebih mahal. Bisa tembus Rp 40 ribu per kg, namun kalau dijual basah murah hanya Rp 4 ribu sampai Rp 7 ribu per kg,” ujar dia.

Disinggung terkait dampak cuaca memengaruhi hasil panen tembakau, dia menyebut memang ada dampaknya, khususnya di awal-awal tanam.

Beberapa petani bahkan harus mengganti tanaman baru lantaran tembakau yang baru ditanam rusak diguyur hujan.

”Hasil panen kali ini lumayan bagus dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Dijelaskan, tanaman tembakau yang sudah berusia tiga bulan rata-rata pertumbuhannya maksimal.

Meskipun kadang diguyur hujan namun terik matahari juga maksimal.

”Ini kan kemarau basah, tumbuhnya besar dan bagus, daunnya juga berkembang maksimal,” pungkas Nurul. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tinggi #panen #Tembakau #Jombang #harga #utara brantas