JombangBanget.id - Akibat cuaca yang tak menentu, petani cabai di Jombang banyak yang mengalami gagal panen.
Tak jarang, cabai yang sudah siap panen, berubah menjadi busuk akibat guyuran air hujan.
Kondisi ini membuat harga cabai meningkat tajam, hingga tembus Rp 90 ribu per kilogram (kg) di pasar.
Sedangkan di tingkat petani Rp 65 ribu per kg.
Seperti diungkapkan Mustaji, salah satu petani cabai asal Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang.
’’Banyak tanaman yang sudah layu bahkan mengering. Kena dampak cuaca tak menentu. Ada juga yang dimakan lalat buah,’’ katanya.
Kondisi itu terjadi sejak Juli lalu. Inilah yang membuat harga cabai di pasar meningkat drastis hingga tembus angka Rp 90 ribu rupiah per kg.
Karena di tingkat petani harganya sudah mahal.
’’Kondisi saat ini gagal panen dan harga cabai naik. Di petani saat ini sampai Rp 60 ribu, sudah sejak dua harian kemarin,’’ ujarnya.
Hasil panennya juga turun. Setiap tiga hari sekali, panen cabai biasanya mampu menghasilkan 10 hingga 15 kilogram. Kini hanya dua hingga lima kilogram.
Hal senada juga diungkapkan Eko Nur Prasetyo, petani lainnya.
Cuaca yang tak menentu sangat mempengaruhi produktivitas tanaman. Namun ia berupaya mengatasinya. Salah satunya dengan melakukan perawatan khusus.
’’Saya memberikan nutrisi terhadap tanaman dan buah cabai, biar sehat. Juga agar buahnya besar-besar,’’ tuturnya.
Menurutnya, apabila tidak dirawat, saat cuaca seperti ini, biasanya cabai akan jelek dan akhirnya banyak yang gagal panen.
Eko mengaku terpaksa harus melakukannya lantaran harga cabai saat ini di tingkat petani mengalami kenaikan.
’’Harganya sekarang mahal tapi tidak ada panen, buat apa. Ini disemprot lima hari sekali,’’ ucapnya. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz