JombangBanget.id - Dalam memasarkan hasil panen anggurnya, Rusman, warga Dusun Ngadirejo, Desa Jenisgelaran, Kecamatan Bareng yang berbatasan dengan Dusun Notorejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang belum bisa melayani pasar luas.
Pasalnya, stok yang dimiliki hanya mampu melayani pesanan lokal sekitar Kecamatan Wonosalam, Jombang saja.
”Kalau pemasaran saat ini masih pasar lokal di sekitar Wonosalam saja. Karena pesanan dari sekitar sudah kewalahan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (5/6).
Harga per kilogram anggur jenis jupiter maupun jenis lainnya dijual dengan harga terjangkau.
Per kilogramnya hanya Rp 100 ribu.
Harga itu jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di swalayan sekitar Rp 65 ribu per 250 gramnya.
”Karena ini masih awal jadi belum berani memberikan harga tinggi,” papar dia.
Anggur pada umumnya bisa dipanen maksimal tiga bulan sekali.
Namun, di kebun Rusman, ia memberlakukan secara bertahap agar bisa dipanen setiap bulan.
”Kalau panen rata-rata 3 bulan sekali. Tapi kita bisa atur pemetikannya jika banyak pohon yang kita tanam,” jelas dia.
Dalam sekali panen, Rusman bisa mendapat hingga 1 ton dengan estimasi 30 kg–50 kg per pohon.
Di kebun Rusman, total ada puluhan pohon yang berusia produktif.
”Alhamdulillah hasilnya juga lumayan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz